Ada tulisan T5 di sana. Wah, ada terminal baru lagi di Changi! Saya pun bertekad sebelum pulang ke Indonesia, saya harus mampir dan lihat sendiri apa yang sebenarnya sedang dipersiapkan di sana.
T5 In the Making adalah pameran gratis yang digelar di Arrival Hall Terminal 3 Changi Airport, berlangsung dari 6 Januari hingga 31 Maret 2026. Lewat exhibition ini, pengunjung diajak menelusuri perjalanan panjang pengembangan bandara Singapura, sampai akhirnya masuk ke visi besar, desain, dan teknologi yang akan membentuk Terminal 5 (T5) di masa depan.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Ministry of Transport (MOT), Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), dan Changi Airport Group (CAG). Meski gratis, pengunjung tetap perlu mendaftar terlebih dahulu karena kapasitas ruangannya terbatas. Setelah registrasi, kita akan menerima email konfirmasi yang nantinya bisa ditukar dengan semacam personal boarding pass sebelum masuk ke area pameran. Simple, tapi terasa pas dengan tema bandara yang mau dibuka.
Saat saya mendaftar, slot kunjungan masih cukup longgar di hampir setiap jam. Saya registrasi H-1 sebelum kedatangan, dan memilih slot pukul 11 siang. Ketika datang dan berkeliling, suasananya juga tergolong sepi. Tidak ada antrean masuk, dan di dalam, saya hanya berpapasan dengan dua atau tiga pengunjung lain. Kondisi ini bikin saya bisa menikmati pameran dengan santai, berhenti lama di beberapa titik, foto-foto, dan ambil konten tanpa rasa terburu-buru.
Namun, saat saya cek kembali untuk keperluan menulis blog ini, terlihat kalau slot Sabtu–Minggu sudah mulai banyak yang penuh.
Untuk kunjungan, siapkan waktu sekitar 40–50 menit. Saya sendiri hampir menghabiskan satu jam, sebagian besar karena terlalu sering berhenti buat foto. Kalau berencana datang sebelum penerbangan, jangan lupa juga memperhitungkan waktu perjalanan dari dan menuju area pameran.
Another Bold Singapore Chapter
Di zona ini, pengunjung diajak menelusuri bagaimana Changi Airport berevolusi dari waktu ke waktu. Karena mampir ke sini, saya jadi baru tahu kalau bandara di Singapura ternyata tidak selalu berlokasi di Changi. Awalnya, aktivitas penerbangan ada di Seletar sejak tahun 1930, sebelum kemudian pindah ke Kallang pada 1937. Pada 1955, bandara utama bergeser ke Paya Lebar. Seletar Airport sendiri kini fungsinya berubah, lebih banyak melayani pesawat kecil dan private jet.
Built on Firm Foundations
Masuk ke zona berikutnya, kita diajak menyusuri sejarah dan berbagai pencapaian Changi Airport yang selama puluhan tahun konsisten mengukir prestasi di tingkat dunia. Sekilas, zonanya terasa mirip dengan area sebelumnya, tapi dengan cerita yang jauh lebih padat dan detail, mulai dari penghargaan, tonggak penting, hingga bagaimana Changi membangun reputasinya sebagai salah satu bandara terbaik di dunia.
Buat saya yang memang suka dengan sejarah dan cerita di balik perkembangan bandara di Singapura, zona ini cukup menyita waktu. Banyak panel yang menarik untuk dibaca pelan-pelan.
Secara keseluruhan, dua zona awal ini punya suasana yang relatif gelap, dengan permainan lampu yang dramatis dan sentuhan elemen taman di bagian awal perjalanan. Nuansanya tenang dan immersive.
Di sinilah inti pameran berada—pengalaman visual dan interaktif yang memperlihatkan bagaimana Terminal 5 akan dibangun, lengkap dengan gambaran desain besar dan skala terminalnya. Semua informasi utama dirangkum dalam sebuah video pendek yang diputar di mini theatre. Penayangannya dilakukan secara berkala, biasanya menunggu sampai beberapa pengunjung berkumpul sebelum video dimulai.
Sambil menunggu giliran masuk, ada area tunggu kecil dengan dua boneka beruang berukuran besar. Salah satunya mengenakan seragam pilot. Eh, tiba-tiba Panda dapat teman baru.
Cool Tech Warm Touch
Zona ini dibuka dengan sapaan dari sebuah robot yang menyambut pengunjung begitu masuk. Dari situ, pameran langsung mengarah ke berbagai inovasi teknologi masa depan, mulai dari sistem otomatisasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga solusi yang dirancang untuk merespons perubahan demografi dan tantangan iklim. Semua teknologi ini tidak semata-mata dibuat untuk mempercepat proses operasional bandara. Ada dua boneka beruang yang berperan sebagai operator alat berat, menggambarkan fokus yang juga pada bagaimana pengalaman penumpang bisa terasa lebih nyaman dan tetap manusiawi bersama teknologi.
Kalau datang bersama anak-anak, besar kemungkinan zona ini jadi favorit mereka.
Come Imagine With T5
Zona penutup pameran mengajak pengunjung berimajinasi lebih jauh tentang terminal masa depan melalui pengalaman AI interaktif. Di sini, ada mural digital yang menampilkan hasil kreasi pengunjung sendiri, lengkap dengan model skala yang detail dari Terminal 5 dan kawasan Changi East, sebuah area luas yang juga mencakup fasilitas pendukung seperti landasan pacu baru dan terminal kargo. Di zona ini pula, pengunjung bisa berfoto dengan latar T5 dan mampir membeli suvenir sebelum pulang.
Salah satu hal paling seru dari “perjalanan ke masa depan” Changi Airport ini adalah kehadiran elemen interaktif di hampir setiap zona. Boarding pass yang kita dapatkan di awal pameran, hasil penukaran halaman registrasi, bisa di-emboss dengan gambar berbeda di tiap titik. Jadi, jangan sampai terlewat, karena di zona awal, letak cap emboss ini lumayan tersembunyi di pohon-pohon.
Bahkan, mereka juga menyediakan boneka beruang dengan berbagai peran, dari pilot sampai pekerja bandara. Si boneka Panda pun jadi ikut menyempatkan diri menyapa sebelum kami benar-benar meninggalkan masa depan Changi.
Bisa bawa koper masuk?
Untuk koper kabin, masih aman dibawa masuk. Waktu itu saya check-in di Terminal 4, sementara akses bus dan MRT terhubung ke Terminal 1–3. Mau tidak mau, koper saya ikut dibawa daripada harus bolak-balik ganti terminal. Kalau koper besar, sebaiknya check-in dulu. Bukan karena ruangannya tidak memungkinkan, tapi secara pribadi saya lebih nyaman menikmati pameran tanpa harus memikirkan bagasi dan barang bawaan. Tenang saja, area pameran ini stroller- dan wheelchair-friendly, jadi cukup ramah untuk berbagai kebutuhan.
Kalau datang terlambat, bagaimana?
Saya datang terlambat sekitar 10 menit dan masih diperbolehkan masuk. Saat itu suasananya cukup sepi dan belum masuk ke slot kunjungan berikutnya. Tapi kalau datang di jam ramai, ada baiknya tetap datang tepat waktu untuk menghindari risiko tidak kebagian masuk.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Ministry of Transport (MOT), Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), dan Changi Airport Group (CAG). Meski gratis, pengunjung tetap perlu mendaftar terlebih dahulu karena kapasitas ruangannya terbatas. Setelah registrasi, kita akan menerima email konfirmasi yang nantinya bisa ditukar dengan semacam personal boarding pass sebelum masuk ke area pameran. Simple, tapi terasa pas dengan tema bandara yang mau dibuka.
![]() |
| Registrasi di sini: https://t5inthemakingreg.changiairport.com/ |
Saat saya mendaftar, slot kunjungan masih cukup longgar di hampir setiap jam. Saya registrasi H-1 sebelum kedatangan, dan memilih slot pukul 11 siang. Ketika datang dan berkeliling, suasananya juga tergolong sepi. Tidak ada antrean masuk, dan di dalam, saya hanya berpapasan dengan dua atau tiga pengunjung lain. Kondisi ini bikin saya bisa menikmati pameran dengan santai, berhenti lama di beberapa titik, foto-foto, dan ambil konten tanpa rasa terburu-buru.
Namun, saat saya cek kembali untuk keperluan menulis blog ini, terlihat kalau slot Sabtu–Minggu sudah mulai banyak yang penuh.
Untuk kunjungan, siapkan waktu sekitar 40–50 menit. Saya sendiri hampir menghabiskan satu jam, sebagian besar karena terlalu sering berhenti buat foto. Kalau berencana datang sebelum penerbangan, jangan lupa juga memperhitungkan waktu perjalanan dari dan menuju area pameran.
Ada apa saja di exhibition T5 In the Making ini?
Exhibition ini terbuka bagi kita eksplorasi sendiri dan menjelajah sesuai kemauan kita. Namun, bentuknya tetap sebuah perjalanan. Ada lima zona yang bisa dijelajahi.Di zona ini, pengunjung diajak menelusuri bagaimana Changi Airport berevolusi dari waktu ke waktu. Karena mampir ke sini, saya jadi baru tahu kalau bandara di Singapura ternyata tidak selalu berlokasi di Changi. Awalnya, aktivitas penerbangan ada di Seletar sejak tahun 1930, sebelum kemudian pindah ke Kallang pada 1937. Pada 1955, bandara utama bergeser ke Paya Lebar. Seletar Airport sendiri kini fungsinya berubah, lebih banyak melayani pesawat kecil dan private jet.
Built on Firm Foundations
Masuk ke zona berikutnya, kita diajak menyusuri sejarah dan berbagai pencapaian Changi Airport yang selama puluhan tahun konsisten mengukir prestasi di tingkat dunia. Sekilas, zonanya terasa mirip dengan area sebelumnya, tapi dengan cerita yang jauh lebih padat dan detail, mulai dari penghargaan, tonggak penting, hingga bagaimana Changi membangun reputasinya sebagai salah satu bandara terbaik di dunia.
Buat saya yang memang suka dengan sejarah dan cerita di balik perkembangan bandara di Singapura, zona ini cukup menyita waktu. Banyak panel yang menarik untuk dibaca pelan-pelan.
Secara keseluruhan, dua zona awal ini punya suasana yang relatif gelap, dengan permainan lampu yang dramatis dan sentuhan elemen taman di bagian awal perjalanan. Nuansanya tenang dan immersive.
From Vision to Reality
Di sinilah inti pameran berada—pengalaman visual dan interaktif yang memperlihatkan bagaimana Terminal 5 akan dibangun, lengkap dengan gambaran desain besar dan skala terminalnya. Semua informasi utama dirangkum dalam sebuah video pendek yang diputar di mini theatre. Penayangannya dilakukan secara berkala, biasanya menunggu sampai beberapa pengunjung berkumpul sebelum video dimulai.
Sambil menunggu giliran masuk, ada area tunggu kecil dengan dua boneka beruang berukuran besar. Salah satunya mengenakan seragam pilot. Eh, tiba-tiba Panda dapat teman baru.
Begitu keluar dari mini theatre, saya merasa seperti baru saja melompat ke masa depan.
Zona ini dibuka dengan sapaan dari sebuah robot yang menyambut pengunjung begitu masuk. Dari situ, pameran langsung mengarah ke berbagai inovasi teknologi masa depan, mulai dari sistem otomatisasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga solusi yang dirancang untuk merespons perubahan demografi dan tantangan iklim. Semua teknologi ini tidak semata-mata dibuat untuk mempercepat proses operasional bandara. Ada dua boneka beruang yang berperan sebagai operator alat berat, menggambarkan fokus yang juga pada bagaimana pengalaman penumpang bisa terasa lebih nyaman dan tetap manusiawi bersama teknologi.
Kalau datang bersama anak-anak, besar kemungkinan zona ini jadi favorit mereka.
Come Imagine With T5
Zona penutup pameran mengajak pengunjung berimajinasi lebih jauh tentang terminal masa depan melalui pengalaman AI interaktif. Di sini, ada mural digital yang menampilkan hasil kreasi pengunjung sendiri, lengkap dengan model skala yang detail dari Terminal 5 dan kawasan Changi East, sebuah area luas yang juga mencakup fasilitas pendukung seperti landasan pacu baru dan terminal kargo. Di zona ini pula, pengunjung bisa berfoto dengan latar T5 dan mampir membeli suvenir sebelum pulang.
Salah satu hal paling seru dari “perjalanan ke masa depan” Changi Airport ini adalah kehadiran elemen interaktif di hampir setiap zona. Boarding pass yang kita dapatkan di awal pameran, hasil penukaran halaman registrasi, bisa di-emboss dengan gambar berbeda di tiap titik. Jadi, jangan sampai terlewat, karena di zona awal, letak cap emboss ini lumayan tersembunyi di pohon-pohon.
Bahkan, mereka juga menyediakan boneka beruang dengan berbagai peran, dari pilot sampai pekerja bandara. Si boneka Panda pun jadi ikut menyempatkan diri menyapa sebelum kami benar-benar meninggalkan masa depan Changi.
Beberapa pertanyaan yang mungkin muncul saat ingin mengunjungi pameran ini:
Bisa bawa koper masuk?
Untuk koper kabin, masih aman dibawa masuk. Waktu itu saya check-in di Terminal 4, sementara akses bus dan MRT terhubung ke Terminal 1–3. Mau tidak mau, koper saya ikut dibawa daripada harus bolak-balik ganti terminal. Kalau koper besar, sebaiknya check-in dulu. Bukan karena ruangannya tidak memungkinkan, tapi secara pribadi saya lebih nyaman menikmati pameran tanpa harus memikirkan bagasi dan barang bawaan. Tenang saja, area pameran ini stroller- dan wheelchair-friendly, jadi cukup ramah untuk berbagai kebutuhan.
![]() |
| Saya bawah koper kabin Dan tas ini masukin ke exhibition |
Kalau datang terlambat, bagaimana?
Saya datang terlambat sekitar 10 menit dan masih diperbolehkan masuk. Saat itu suasananya cukup sepi dan belum masuk ke slot kunjungan berikutnya. Tapi kalau datang di jam ramai, ada baiknya tetap datang tepat waktu untuk menghindari risiko tidak kebagian masuk.


.jpg)













No comments:
Post a Comment
Thanks for stopping by. Please do leave your thoughts or questions, but we appreciate if you don't spam :)