Contoh: Musim dingin kemarin saya terbang dari Los Angeles ke Newark, New Jersey, pakai red-eye flight. Berangkat sekitar jam 8 malam dari Los Angeles International Airport, transit di Atlanta, Georgia jam 4 pagi, lalu terbang lagi jam 6 pagi. Mendarat di Newark jam 9 pagi. Kurang tidur, sudah pasti. Selain jam transit yang subuh-subuh begitu, pesawatnya juga bukan yang nyaman untuk tidur.
Kenapa mau bela-belain naik red-eye flight?
Ada beberapa alasan:
- Biasanya, tiket red-eye itu jauh lebih murah dibanding jam-jam normal. Menurut beberapa online travel agent, tiket penerbangan di jam red-eye bisa lebih murah hingga 30% dari harga di jam-jam sibuk.
- Kalau kamu ada kegiatan lain atau kerja, penerbangan jenis ini memaksimalkan waktu libur, sekaligus hemat penginapan. Soalnya semalam pertama kan dihabiskan di pesawat.
- Perbedaan zona waktu yang besar (seperti rute Los Angeles - New York) juga sering menjadi alasan orang mengambil red-eye, agar tidak habis waktu di jalan. Waktu yang dihabiskan di jalan, ditambah perbedaan zona waktu adalah sama dengan total waktu tidur normal kita.





.jpg)






.jpg)




