Penjelajahan kali ini membawa saya mengunjungi dua destinasi kuliner Jepang yang memiliki jiwa berbeda namun sama-sama menawarkan kenyamanan. Kedua tempat ini membuktikan bahwa pesona kuliner tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ruang mampu bercerita.
Let’s go!
Jl. Cikini IV No.20, RT.15/RW.5, Cikini, Menteng, akarta Pusat 10330
Buka: Setiap hari jam 11.30 am–2.30 pm (lunch) dan 5.30–9.30 pm (dinner)
Menemukan restoran ini secara tidak sengaja karena bingung mau makan siang di mana sebelum nobar film Detektif Conan. Karena Dudu suka makanan Jepang, kita belok ke Cikini IV mencoba Kikugawa. Restoran Jepang rumahan yang nyempil di bawah rel kereta di jalan R.P. Soeroso. Ternyata restorannya tradisional, suasananya autentik dan makanannya enak.
Didirikan pada tahun 1969 oleh Kikuchi Surutake, Kikugawa adalah salah satu restoran Jepang tertua di Jakarta. Restoran ini menempati sebuah rumah, dengan exterior dan interior khas Jepang. Bangunan restoran mempertahankan gaya klasik dan vintage, yang kental dengan nuansa rumah tua. Tidak ada penanda resto yang visible, hanya tulisan Kikugawa di depan, jembatan lengkung berwarna merah cerah, papan info khas Jepang dan tirai kain tradisional Jepang atau noren dengan karakter kanji warna hitam. Masuk ke dalam melewati pintu geser seperti masuk ke dunia lain. Interiornya didominasi oleh elemen kayu, dan dekorasi tradisional Jepang.
Yang perlu diperhatikan kalau berkunjung ke Kikugawa adalah parkir mobil terbatas hanya untuk 1-2 mobil, jadi biasanya kita parkir di pinggir jalan. Selain itu jam buka yang ada jeda di sore hari juga perlu diingat agar bisa merencanakan kunjungan dengan baik.
Bagaimana dengan makanan? Karena saya dan Dudu lapar, jadinya kita pesan bento set. Saya pesan Kikugawa Set A (Rp. 137,000) yang isinya Fried Chicken Katsu dan Grilled Fish Fillet. Ternyata kekenyangan karena set berarti dapat nasi dan miso sup juga. Sementara Dudu pesan Kikugawa Set B (Rp. 153,000) yang isinya Grilled Beef dan Grilled Chicken. Habis itu nambah Gyoza isi 5 (Rp. 45,000) dan Tamagoyaki (Rp. 39,000). Kalap duluan karena terbawa suasana haha.
Menurut saya, Grilled Fish Fillet-nya juara. Rasanya seperti comfort food, tidak terlalu asin dan tidak terlalu manis. Ketika saya berkunjung kembali ke Kikugawa, grilled fish ini selalu jadi pesanan wajib. Kalau ditanya ke Dudu, jawaban dia sudah pasti, “enak kok, Mah” soalnya dia juga suka makanan Jepang.






















