Wednesday, May 19, 2021

C for Cupcakes & Coffee

Setelah sekian lama, akhirnya kami berdua nge-date di luar rumah juga. Menghabiskan sore hari di C For Cupcakes and Coffee di Muara Karang, struggling to finish super cute (and super sweet) drinks. “Telalu lucu sampai tidak tega makannya.”


Sejak pandemi, Dudu jarang mau ke luar rumah. Saya juga tidak berani terlalu sering jalan-jalan. Takut pergi ke tempat jauh, takut keramaian dan akibatnya jadi sulit mau #datewithdudu. Dudu yang sudah ABG juga lebih memilih main game sambil ngobrol lewat discord sama teman-temannya dibandingkan nge-date sama Mama-nya. Duh, sedih. Tapi memang kami berdua ini beda banget. Dudu anak rumahan sementara saya tukang jalan-jalan.

Untungnya pas liburan panjang Idul FItri kemarin, kami berdua menemukan kesepakatan untuk pergi ngopi-ngopi. Karena perginya juga bersama anggota keluarga lainnya, kami mendarat di C for Cupcakes and Coffee yang berlokasi di Muara Karang. Karena sepi, jadi berani masuk dan menghabiskan sore bersama.




Café ini terletak di ruko, ada di sebelah kiri jalan kalau dari Muara Karang mau ke arah Pluit. Kalau sedang ramai, parkirnya sulit dan harus di pinggir jalan. Namun karena pandemic dan liburan Idul Fitri, kami bisa parkir di depan ruko sebelahnya yang tutup. Kesan pertama, café-nya lucu. Di pintu sudah disambut tanaman-tanaman hijau dan spot instagramable. Ketika masuk ada kesan sempit, namun ternyata dalamnya cukup luas. Bahkan ada ayunan di samping kiri yang lagi-lagi jadi instagramable spot untuk foto-foto.

Sistemnya bayar langsung di kasir dan pesanan akan diantarkan ke meja. Karena daerah tempat kasir lumayan terbatas, saya dan Dudu jadi sempat foto-foto dulu sambil mengantri haha.

Sudah lama nggak foto berdua, pas ada tempat instagramable

Wednesday, June 12, 2019

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menginap di Hotel Airport?

Selama 12 tahun jalan-jalan sama Dudu, saya baru 2 kali menginap di airport hotel. Keduanya di Changi Airport. Eh, Changi kan bagus, banyak tempat istirahat dan kegiatan yang bisa dilakukan. Buat apa menginap?

Jam berangkat yang kurang manusiawi. Jam mendarat yang terlalu malam, jadi MRT sudah tutup. Waktu transit yang kurang dari 12 jam. Tiga hal itu yang biasanya menjadi alasan saya untuk menginap di hotel airport. Selain tentunya karena saya bawa balita.

Tapi emang worth it?
 

Saturday, June 8, 2019

Dimsum Hunt: Yum Cha Hauz Mangga Besar

We love brunch! Dulu, di kampung halaman Dudu, yang namanya bangun siang di akhir pekan dan lari ke iHop terdekat sudah jadi tradisi. Waktu tinggal di selatan Jakarta, kita suka kabur ke Ikea cuma buat sarapan. Sekarang di Kelapa Gading, yang namanya makan pagi hanya antara dimsum dan bakmi.

Dimsum sounds good.
Tapi di mana? 


Libur Lebaran yang berkepanjangan membuat saya dan Dudu pergi nge-date ke tempat-tempat yang tidak biasa buat kita berdua. Salah satunya adalah Mangga Besar, lokasi strategis buat cari Chinese Food termasuk dimsum. Setelah browsing, saya menemukan Yum Cha Hauz. Good pictures, decent price, dan bisa pakai Zomato Gold! Yes, saya baru daftar pas Lebaran dan ingin mencoba menggunakannya.

Let’s go!

Wednesday, April 3, 2019

Astori Coffee Antasari

"I don’t need a motivational quote, I need coffee." 
Ada tulisan begitu di salah satu kaca Astori Coffee. Saya setuju!

Coffee shop yang nyempil di sudut belakang pom bensin Pertamina Jl. Pangeran Antasari ini jadi tempat saya dan Dudu belajar aksara Jawa weekend kemarin. Semuanya tentang coffee shop ini di luar ekspektasi. 



Pertama parkirannya luas. Kan coffee shop di pom bensin ya, jadi saya pikir akan sulit untuk bawa dan parkir mobil di sana. Ternyata ada sekitar 5 slot kosong untuk mobil. Lokasinya ada di sebelah kiri jalan kalau dari arah Kemang. Setelah pertigaan Brawijaya Children & Women Hospital, ada pom bensin Pertamina. Belok dan langsung ke bangunan yang ada di bagian belakangnya. Ada restoran ramen dan barbershop juga di sana.

Saturday, February 16, 2019

Mampir Ke NomiNomi Delight Rawamangun

NomiNomi Delight adalah tempat nongkrong seru spesialis menu Ramen dan Roti Bakar di Rawamangun, Jakarta Timur. Lokasinya di Jl. Pemuda, dekat dengan perempatan Arion, tepat di seberang Pizza Hut Rawamangun. Weekend kemarin, saya dan Dudu nge-date di sana.

Cobain Yuk!


 

Meskipun kesan pertamanya tempat ini mirip dengan warung gaul kekinian, tapi makanan yang disajikan ternyata berbeda. Yang pertama pegang menu, sudah pasti Dudu. Melihat menu nasi ayam pedas, dia langsung sedih. Soalnya dia sedang ingin makan nasi.
Mama: Ini pedas lho.
Dudu: Yang level satu juga pedas?
Mama: Iyalah, namanya juga Spicy Made.
Dudu: Coba bisa nomor nol.

Soalnya di menu Yakimeshi ada level nol. Sayangnya Yakimeshi terlihat seperti nasi goreng dan Dudu lebih tertarik dengan menu Nomi Ricebowl yang terdiri dari Nomi Sambal Matah dan Nomi Spicy Made. Menu yang dipajang di atas barnya ada tambahan Nomi Teriyaki. Tapi pas lihat itu, kita sudah terlanjur pesan Nomi Spicy Made dengan sambal terpisah. Ternyata bisa dipisah sambalnya! Jadi Dudu happy.

Monday, December 3, 2018

Where to Stay in Sokcho: James Blue Hostel

“Musim Gugur adalah saat terbaik untuk mengunjungi Korea karena warna daun yang berubah. Pemandangannya indah,” begitu kata James, pemilik James Blue Hostel di Sokcho. Ketika bias Kpop saya, si Yesung, sharing foto daun berguguran di Instagramnya, saya jadi ingat kalau saya belum menulis review penginapan yang satu ini.



Despite what people say, saya masih menemukan kesulitan berkomunikasi dengan orang-orang di Korea, terutama di kota kecil. Termasuk Sokcho, yang satpam bank-nya saja baru menjawab ketika saya nekat bertanya dengan bahasa Korea. Masalahnya karena mau ke Gunung Sorak, kita harus menginap di Sokcho. Terletak di ujung timur Gangwon-do, kota ini terkenal sebagai perbatasan dan karena produk hasil lautnya yang segar. Biasanya orang Korea ke Sokcho untuk menyambut matahari terbit yang pertama di pantainya.

Untung juga kita datang tanggal 1 Januari ketika semua orang sudah checkout.

Menemukan satu penginapan yang nyaman buat anak dan pemilik yang super friendly plus lancar berbahasa Inggris di Sokcho adalah salah satu hal yang paling melegakan. James Blue Guesthouse di Sokcho muncul di urutan teratas website Trip Advisor. Saya memilih stay di sini hanya berdasarkan review orang-orang yang bilang kalo Mr. James bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Ternyata saya mendapatkan lebih dari pemilik penginapan yang lancar Bahasa Inggris.

Monday, October 15, 2018

The Sanderson Coffee Rawamangun

It’s a piece of London, hidden on Balai Pustaka Street, Rawamangun, East Jakarta. Decorated with bright red telephone booth, shadow of Sherlock Holmes and the Palace Guards paintings, The Sanderson Coffee is as interesting as our journey there.



East Jakarta is way beyond our regular date destinations, and we don’t expect a coffee shop with a concept to be present in that part of Jakarta. It’s a one-day public holiday in the middle of the week, and we want to step out of Kelapa Gading, which is currently a huge mess due to construction. We don’t want to drive too far though. We turned to Google and The Sanderson Coffee showed up first for “coffee shop in Rawamangun” keyword. Google’s recommendation of Sanderson Coffee comes with a silhouette of Sherlock Holmes on the picture. We’re sold right away. Why not? London sounds good for a change of atmosphere. Still, it’s a stranger land and we let GPS leads our drive through Pemuda street, turning right to Sunan Giri street through schools, mosques and a market before finally finding the coffee shop on the intersection between Balai Pustaka and Sunan Giri Streets.