“Bagi itinerary-nya dong.”
“Hari terakhir bisa shopping nggak?”
Kalimat-kalimat adalah contoh yang sering muncul di chat saya menjelang keberangkatan. Soalnya saya yang bertugas bikin itinerary. Mau ngapain aja selama di kota atau negara tujuan? Seberapa detail kita harus menuliskan itinerary? Lalu, yang paling sering ditanyakan adalah, “lo kalo bikin itinerary, mulai dari mana sih?”
Mulai dari memilih negara tujuannya dulu hahaha.
Tolong jangan timpuk.
Anyway, on a more serious note, itinerary saya biasanya dimulai dari menjawab pertanyaan sederhana: Where, What, When, Who, and How. Seperti menulis blog ya harus ada 5W 1H. Itinerary cuma butuh 4W dan 1H. W yang kelima (Why) hanya perlu muncul kalau ada pertengkaran yang timbul akibat itinerary yang disusun. Kalau sudah paham, yuk, kita mulai susun itinerary kita.
WHERE - Mau pergi ke mana?
Negara tujuan kita apa? Singapura. Oke, itu mudah. Kalau daerah yang lebih luas gimana? Misalnya, mau ke Jawa Timur. Jawa Timur sebelah mana? Surabaya? Mau nyebrang ke Madura? Atau malah belok ke Malang? Mau ke Korea Selatan. Mau ke kota apa saja? Mau ke Jeju juga nggak? Atau ke Busan? Korea Selatan saja atau sekalian ke Jepang?“Where” adalah menentukan kota atau negara tujuan dengan spesifik.
WHAT - Apa yang mau dikunjungi?
Apakah kita mau ke museum? Ke alam bebas? Atau ke tempat-tempat populer? Biasanya, saya akan membuat list tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Bukan cuma objek wisata populer, tetapi juga cafe, restoran, tempat oleh-oleh. Pokoknya semua tempat yang mau dikunjungi.Biasanya “What” ini berguna kalau kita bepergian dalam grup. Ada si A yang pengen ke theme park, ada si B yang senangnya museum. Ada si C yang pengen mencoba makan viral. Belum lagi kalau si D punya anak kecil lalu pengen shopping di toko tertentu. Kalau semua di list, kan jadi masing-masing kebagian mengunjungi tempat yang ingin dituju.



















