Showing posts with label Etc. Show all posts
Showing posts with label Etc. Show all posts

Sunday, March 8, 2026

All Things You Need To Know About Taking Red-Eye Flight

Red-Eye Flight adalah penyelamat budget, tapi (menurut saya) ini bukan penerbangan yang cocok untuk semua orang. Memangnya apa itu Red-Eye Flight? Istilah “red-eye” dipake buat jadwal penerbangan yang berangkat malam hari dan baru sampai di destinasi tujuan besok paginya. Kenapa disebut red-eye? Karena pas mendarat, mata penumpang biasanya bakal merah dan puffy gara-gara kurang tidur di pesawat. Jadi ini bukan penerbangan patah hati yang isinya orang habis nangis haha.

Contoh: Musim dingin kemarin saya terbang dari Los Angeles ke Newark, New Jersey, pakai red-eye flight. Berangkat sekitar jam 8 malam dari Los Angeles International Airport, transit di Atlanta, Georgia jam 4 pagi, lalu terbang lagi jam 6 pagi. Mendarat di Newark jam 9 pagi. Kurang tidur, sudah pasti. Selain jam transit yang subuh-subuh begitu, pesawatnya juga bukan yang nyaman untuk tidur.


Kenapa mau bela-belain naik red-eye flight? 

Ada beberapa alasan:
  • Biasanya, tiket red-eye itu jauh lebih murah dibanding jam-jam normal. Menurut beberapa online travel agent, tiket penerbangan di jam red-eye bisa lebih murah hingga 30% dari harga di jam-jam sibuk.
  • Kalau kamu ada kegiatan lain atau kerja, penerbangan jenis ini memaksimalkan waktu libur, sekaligus hemat penginapan. Soalnya semalam pertama kan dihabiskan di pesawat.
  • Perbedaan zona waktu yang besar (seperti rute Los Angeles - New York) juga sering menjadi alasan orang mengambil red-eye, agar tidak habis waktu di jalan. Waktu yang dihabiskan di jalan, ditambah perbedaan zona waktu adalah sama dengan total waktu tidur normal kita.
Namun, kalau dilihat-lihat, harga lebih murah ini tidak terlalu berlaku di penerbangan Jakarta-Singapura, kecuali kita mengambil pesawat yang tidak budget. Berdasarkan pengalaman berburu penerbangan red-eye di Asia Tenggara, harga tiket jam red-eye pesawat reguler tetap lebih mahal dari harga tiket jam biasa pesawat budget.

Masalahnya datang ketika kita ngantuk, dan pesawat kita ada transitnya.

Sunday, March 1, 2026

Menjelajah Museum Tanpa Keluar Rumah (Part 2): Channel Youtube Favorit

Kalau di part 1 kita bicara soal Virtual Reality Tour atau VR Exhibition, di postingan yang ini kita ngobrolin traveling virtual lewat video YouTube.

Jujur saya, saya bukan tipe penonton video. Namun, di tahun 2023, penyanyi kesukaan saya launching Youtube channel berisi jalan-jalan keliling museum dengan dia sebagai guide yang memberi narasi. Eh, kok seru!

Narasi Personal Melalui YouTube Influencer

Nonton Youtube keliling sebuah kota atau objek wisata memberikan pengalaman berbeda, mainly karena ada teman jalannya. Ada dua jenis channel yang biasanya saya tonton. Yang pertama adalah channel milik orang pribadi. Seperti Yessay dari Super Junior Yesung (https://www.youtube.com/@yessay_). Channel Youtube ini berbeda karena memiliki vibes yang tenang, jalan santai, serta temanya seputar sejarah dan budaya. Yessay bukan vlog perjalanan yang terburu-buru atau yang merangkum tempat-tempat viral seperti video pendek di media sosial pada umumnya. Menontonnya terasa seperti sedang diajak melakukan perjalanan kontemplatif, bersama si pemilik channel.


Yessay mengajak saya blusukan ke museum-museum seni anti-mainstream yang jarang terjamah turis, hingga menelusuri sudut-sudut situs warisan budaya di Korea dengan perspektif yang berbeda. Kadang-kadang, kita berhenti sejenak untuk "mengobrol" dengan Yesung, tentang art, tenang hidup atau tentang hal-hal random yang membuat nonton video seperti jalan-jalan bareng seorang teman. This is the kind of travel I wish I was doing. Saking senangnya sama channel ini, saya bahkan membuat itinerary untuk suatu hari ke Korea dan mengunjungi tempat-tempat yang jadi tujuan di channel ini.

Ada banyak kreator konten yang mengkhususkan diri pada vlog perjalanan atau sejarah budaya. Menonton mereka memberikan perspektif yang berbeda pada sebuah tujuan. Selain Yessay, ada beberapa channel yang bisa jadi alternatif tontonan kalau kita sedang stuck di rumah, merencanakan itinerary trip berikutnya:

  • Allan Su (https://www.youtube.com/@allansu) adalah seorang traveller yang vlognya berbentuk diary. Meskipun menurut saya, pace-nya agak terlalu cepat dan konsepnya lebih ke itinerary, tapi isi vlognya berguna buat yang planning mau jalan-jalan karena isinya lumayan detail.
  • Art Insider (www.youtube.com/@theartinsidershow) mengajak kita keliling museum yang ada di UK dan Perancis. Ada beberapa yang di New York juga. Gaya ceritanya terlalu gen-z buat saya, tapi insightful dan bahasanya mudah dimengerti. Videonya belum banyak, jadi saya berharap dia bisa konsisten update.
  • Mary Lynn Buchanan (https://www.youtube.com/@MaryLynn_Buchanan) adalah pilihan yang sangat tepat bagi yang menyukai konten eksplorasi contemporary art dengan penyajian yang tenang dan mendalam. Art Gallery yang dikunjungi ada di berbagai belahan dunia, dengan fokus di New York, Jepang, U.K. dan Perancis.

Di Instagram, saya follow The Urbanist Singapore, yang sering punya Reels tentang urban planning dan heritage. Sedikit berbeda dengan Youtube karena media sosial yang digunakan kebanyakan video pendek, tapi cerita-cerita yang ada tidak kalah menarik karena menghadirkan sisi lain kota Singapura dan biasanya fokus pada satu titik. Bisa tentang eskalator, tentang kucing, tentang sebuah bangunan lama, atau hal-hal unik yang akan terlewatkan mata jika kita jalan begitu saja di negara tetangga.

Kelebihan utama mengikuti tur adalah terselipnya fakta-fakta unik atau opini pribadi yang membuat sejarah tidak terasa kaku. Bagi saya yang lebih menyukai gaya storytelling, channel seperti ini adalah tempat yang pas untuk memahami konteks budaya sebuah koleksi museum.

Bagaimana dengan Channel YouTube Resmi Dari Museumnya?


Berbeda dengan influencer, kanal YouTube resmi museum biasanya menyajikan konten yang lebih artistik dan sinematik. Channel Yessay kerap bekerja sama dengan Korean Heritage Channel (https://www.youtube.com/@koreanheritage) yang menghadirkan konten sejarah, budaya dan traveling di Korea. Sebenarnya, nonton Youtube channel ini lebih cocok buat cari hidden gem daripada tempat yang viral atau instagrammable. Videonya juga cenderung pendek, jadi kita bisa “berkunjung” ke beberapa tempat sekaligus. Seri “Heritage Walk with SUPER JUNIOR's Yesung” yang ada di sini mengajak kita berkeliling dengan sang artis sebagai guide-nya.


Banyak museum punya Youtube Channel sendiri. Selain menghadirkan virtual tur, channel Youtube resmi museum atau art gallery seringkali mendokumentasikan pameran temporer yang mungkin sudah berakhir secara fisik namun tetap "hidup" secara digital.
  • National Museum of Korea (https://www.youtube.com/@nationalmuseumofkorea) punya channel Youtube yang lumayan aktif. Selain update mengenai koleksi yang sedang tayang, channel ini juga punya NMK Immersive Digital Gallery, NMK lectures, NMK Kids, NMK Masterpieces dan sebagainya. Bagian “What’s on” adalah yang paling pas kalau ingin jalan-jalan keliling museum dengan laptop. Untungnya mereka punya closed caption bahasa Inggris, jadi saya bisa nonton dengan aman.
  • The Met di New York (https://www.youtube.com/@metmuseum) memiliki lebih dari 2000 video buat kita tonton. Sebagian besar adalah exhibition tour yang mengajak kita menyusuri koleksi-koleksi yang ada, baik yang masih dipajang maupun yang sudah lampau
  • ArtScience Museum Singapore (https://www.youtube.com/@ArtScienceMuseumSG) punya koleksi ArtScience Museum Virtual Tours yang dipandu oleh Museum Ambassadors. Durasinya pendek-pendek (sekitar 6-7 menit) jadi kalau punya waktu 30 menit di pagi hari bisa nonton 2-3 video.


Eksplorasi museum melalui layar YouTube membuktikan bahwa jarak dan waktu bukan lagi penghalang untuk jalan-jalan, menikmati sejarah dan budaya di negara lain. Setiap video menawarkan jendela unik untuk memahami dunia dari perspektif yang berbeda. Namun, perjalanan virtual ini bukan pengganti wisata fisik bagi saya. Soalnya tetap berbeda vibesnya, mendengarkan apa yang orang ceritakan tentang sebuah tempat versus kita sendiri yang ada di sana.



Saturday, February 28, 2026

Menjelajah Museum Tanpa Keluar Rumah (Part 1): VR Exhibition

Kebiasaan ini dimulai dari jaman Covid, ketika tiba-tiba banyak tur guide menawarkan wisata virtual. Ternyata ada banyak museum yang menyediakan fitur 360-degree virtual tour di situs resmi mereka. Lalu, di tahun 2023, member grup idol favorit saya me-launching Youtube channel tentang jalan-jalan ke museum, situs bersejarah, art gallery dan sebagainya. Beberapa acara di Korean Culture Center yang saya datangi juga merupakan virtual tur ke museum-museum yang ada di Seoul. Saya jadi berpikir, mungkin jalan-jalan virtual ini, ada serunya juga.

Eh, tapi ini termasuk travelling nggak ya?

Berkat kemajuan teknologi digital, jalan-jalan mengunjungi suatu tempat tidak lagi berarti terbang ke sana, Bisa dari fitur 360-degree virtual tour atau dari Youtube. Saya bahkan kadang “jalan-jalan” sendiri pakai Google Maps. Meskipun hanya di depan layar, dan tidak secara fisik berada di sana, saya tetap menentukan dua peraturan untuk jalan-jalan virtual ini.
  • Mendedikasikan waktu. Sama seperti kalau kita physically present di museum, jalan-jalan virtual juga tidak bisa disambi. Bangun pagi, sempatkan 30 menit untuk browsing, jalan-jalan dan nonton.
  • Riset dulu. Ada tur apa yang ditawarkan. Kalau nonton di Youtube, koleksi apa yang ditampilkan? Jalan-jalannya ke mana? Tetap punya plan “jalan-jalan” yang sesuai. Misal punya itinerary seminggu di Seoul, ya beneran tiap pagi kita keliling museum di Seoul.
Dan kalau biasanya saya traveling sambil bawa kopi di tangan, ya ini juga sama. Siapkan kopi di samping meja. Bedanya cuma kadang-kadang saya browsing sambil dasteran aja.


Cara paling “mudah” untuk memulai tur virtual adalah melalui situs resmi museum. Museum-museum besar di Korea, seperti National Museum of Korea atau The National Folk Museum of Korea, telah mengintegrasikan teknologi High-Resolution 360 View. Kita tinggal masuk ke websitenya lalu memilih bagian digital museum atau virtual tour. Salah satu museum yang lumayan update dengan koleksi virtualnya adalah National Museum of Modern and Contemporary Art, Korea (MMCA). Museum ini memiliki empat cabang dengan empat fokus berbeda. Cabang Seoul yang berfokus pada seni kontemporer global, sementara cabang Gwacheon menonjolkan arsitektur dan alam. Lalu cabang Deoksugung yang terletak di dalam istana bersejarah untuk seni modern klasik, serta cabang Cheongju sebagai pusat penyimpanan dan restorasi. Kalau perginya virtual, ya kita cukup masuk ke websitenya saja.

Mengunjungi Evolusi Kereta Bawah Tanah Seoul dari Laptop

Sunday, April 20, 2025

Cerita di Balik Oleh-Oleh yang Sering Dibeli

“Eh, lo mau pergi? Oleh-olehnya dong!”

Bagi banyak orang Indonesia, tradisi meminta oleh-oleh atau buah tangan setelah seseorang bepergian sudah sangat mengakar. Permintaan ini seringkali diungkapkan dengan nada bercanda namun tetap mengandung harapan untuk dibawakan sesuatu. Hal ini adalah hal paling disebelin oleh yang mau jalan-jalan karena jadi beban, tapi pas di lokasi akhirnya kepikiran.

Masalahnya, kebiasaan ini tidak hanya terbatas pada keluarga dekat atau teman akrab, tetapi juga bisa meluas ke rekan kerja atau bahkan kenalan yang tidak terlalu dekat. Rencananya cuma mau kasih oleh-oleh ke teman satu tim, terus kepikiran kayaknya bos juga harus dikasi. Lalu gimana dengan orang finance yang sering bantu kita bikin invoice last minute? Atau mas OB yang baik hati selalu membelikan makan siang kita? List yang tadinya pendek, tiba-tiba mengular dan entah sejak kapan koper kita penuh oleh-oleh.

Saya lebih suka pergi diam-diam. Ekspektasi membawa pulang sesuatu membuat saya jadi merasa terbebani saat berwisata. Tapi, ketika teman yang pernah mendapatkan oleh-oleh dari kita lalu membelikan barang sebagai timbal balik, rasanya senang. Atau ketika barang yang kita bawakan dari tempat wisata itu benar-benar disimpan dengan baik, rasanya jadi ikhlas.

Budget kita terbatas, beli apa buat oleh-oleh dong?

Benda-benda unik penuh makna untuk orang spesial.


Beberapa daerah memiliki toko atau butik yang fokus menjual produk-produk unggulan atau kerajinan khas daerah tersebut dengan kualitas yang baik. Maka dari itu, kalau sedang mengunjungi sebuah kota, apalagi kota kecil, saya akan berusaha untuk mampir ke downtown dan melihat-lihat ada toko lokal apa di sana. Kalau rajin, kita bisa mencari tahu ada event apa di hari kita berkunjung, ada bazaar lokal apa yang bisa jadi tempat kita membeli oleh-oleh spesial.

Thursday, March 13, 2025

Menyusun Budget untuk #DatewithDudu

Alasan terbesar saya tidak pergi travelling adalah karena tidak ada uang. Konon, traveling makan biaya besar. Apalagi kalau sama anak. Biayanya jadi dobel. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Ketika saya melakukan budgeting, biaya yang dikeluarkan dibagi menjadi 3, yaitu prioritas, pengeluaran fleksibel dan hal mewah. Membagi budgeting ke dalam 3 kategori ini akan memudahkan saya untuk menghitung pengeluaran yang akan terjadi. Saya juga dapat menentukan fokus biaya yang akan dikeluarkan.

Waktu merencanakan perjalanan ke Korea, saya nabung pake celengan. Beneran tiap saya dan Dudu nggak nge-date, duitnya masuk celengan. Setelah setahun lebih, ternyata cukup juga buat biaya hidup di sana. Perjalanan ke Korea ini termasuk yang paling epic karena beli tiketnya setahun di muka. Beli di Garuda Travel Fair Januari, buat perjalanan Januari tahun depannya.

Priority

Prioritas berarti hal-hal yang harus kudu wajib dibeli atau dibayar. Misalnya makanan, hotel, dan transportasi. Yang pertama saya beli ketika hendak liburan adalah tiket pesawat atau tiket kereta. Setelah itu baru booking hotel. Kecuali kalau road trip, ya saya langsung booking hotel.

Sunday, March 2, 2025

Jangan Sampai Bosan: Ide Bermain Bersama Anak di Perjalanan

Perjalanan jauh bersama anak seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Bukan hanya karena durasi perjalanan yang panjang, tetapi juga bagaimana menjaga anak agar tidak bosan. Attention span anak-anak yang kadang pendek bisa membuat suasana perjalanan menjadi kurang menyenangkan. Bayangkan anak ngambek ketika kita sedang naik bus umum. Oleh karena itu, penting bagi kita, sebagai orang tua siaga, untuk mempersiapkan berbagai ide permainan yang bisa dilakukan bersama anak selama perjalanan.


Kesempatan menghabiskan waktu bersama anak di perjalanan ini berharga karena di tengah kesibukan sehari-hari, waktu berkualitas bersama anak seringkali terbatas. Perjalanan jauh memberikan waktu yang cukup untuk bermain, bercerita, dan tertawa bersama. Dengan sedikit kreativitas, perjalanan yang membosankan bisa berubah menjadi petualangan yang seru dan tak terlupakan bagi anak-anak. Mari kita manfaatkan waktu perjalanan ini untuk menciptakan momen-momen indah bersama buah hati tercinta.

Ada contohnya?

Well, cerita-cerita berikut ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi. Setiap anak memiliki kesenangan berbeda and ketertarikan yang beragam juga. Intinya, untuk menciptakan sebuah perjalanan yang penuh petualangan, sesuaikan dengan kesukaan masing-masing anak.

Wednesday, February 26, 2025

Mau Traveling Bareng Anak, Mulai Dari Mana?

“Gue mau dong kayak lo gitu, bisa jalan bareng anak.”
Kalimat ini sering saya dengar kalau saya pulang jalan-jalan sama Dudu. Kayaknya seru. Adventurous. Namun, biasanya tinggal niat semata dari yang mengungkapkan keinginannya. Soalnya, (ini kata mereka lho), “ternyata ribet ya traveling sama anak.”

Ya, memang nggak se-simple solo traveling, tapi juga bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Hanya saja kita butuh persiapan ekstra.

Lumphini Park, Bangkok (2018)

Creating a Good Journey


Yang memutuskan apakah sebuah perjalanan adalah good journey adalah kita sendiri. Dalam hal ini, saya dan Dudu. Jadi, traveling bersama anak itu dimulai dari alasan dan tujuannya. Buat apa? Tanyakan pada diri sendiri, kenapa mau jalan-jalan. Semua alasan valid lho. Baik yang hanya mau buat content, FOMO sama postingan teman, atau yang mau creating memories sama anak, dan cari alasan buat ke theme park. Tapi, keberadaan alasan ini penting, karena akan menentukan seperti apa perjalanan kita bersama anak.

Sunday, June 23, 2024

Menjawab Pertanyaan Tentang Liburan Hemat

Mau liburan tapi khawatir over budget? Bagaimana caranya agar bisa liburan dengan tenang? Mulai dari booking tiket hingga apa yang dilakukan di kota tujuan, ada banyak cara untuk menghemat.


Apakah harga tiket pesawat benar-benar lebih murah di hari Selasa?

Dilansir dari website Skyscanner, airlines biasanya mempublikasi sale pada Senin malam atau Selasa pagi. Jadi, jika kita kebetulan browsing tiket pada saat sale berlangsung, ya harganya pasti lebih rendah daripada ketika kita cek di hari Sabtu. Namun hal ini bukan berarti kita harus booking di hari Selasa.

Sebaiknya booking jauh-jauh hari. Scott Keyes, founder dan chief flight expert at flight deal subscription service Going, membagikan di interviewnya dengan CNBC, bahwa untuk off season yang bukan musim liburan, sebaiknya booking dilakukan satu hingga tiga bulan di muka. Sebisa mungkin jangan di bawah tiga minggu karena Airlines cenderung menaikkan harganya ketika tanggal penerbangan sudah dekat.


Bagaimana dengan Hotel, kapan waktu yang tepat untuk booking kamar?

Banyak yang menyarankan untuk booking kamar pada hari Jumat atau Sabtu, karena banyak hotel yang menurunkan harga untuk kamar-kamar yang sepertinya tidak mungkin terisi. Hindari hari-hari awal minggu karena semua orang merencanakan bepergian dan kemungkinan besar sedang booking hotel juga.

Tapi kalau traveling yang kita lakukan bukan last-minute, coba booking dua sampai tiga bulan sebelumnya. Tapi jangan lebih jauh dari itu. Takut rencana berubah? Menurut majalah Travel+Leisure, kesempatan berikutnya hadir di 15 hari sebelum tanggal booking.

Apakah booking lewat Travel Agent atau third-party lebih murah?

Ternyata tidak juga. Jika third-party tersebut bekerja sama dengan hotel atau airlines yang kita ingin gunakan, mungkin harganya bisa lebih murah. Atau ketika ada diskon dan promo tambahan yang memang berasal dari Travel Agent atau third-party itu sendiri. Selebihnya, booking langsung bisa jadi lebih murah.

Saya pernah booking hotel via third-party seperti online travel agent, lalu menemukan bahwa booking langsung ternyata bisa lebih murah karena mereka sedang ada promo stay 2 nights, get 3rd night free. Promo tersebut hanya bisa didapatkan melalui direct booking. Begitu juga dengan penerbangan. Ketika mencari harga tiket murah penerbangan internasional lewat Skyscanner beberapa waktu lalu, harga termurah justru ada di website airlines itu sendiri.

Bihun bebek di Medan, meski terkenal, tempatnya agak tersembunyi

Bagaimana menghemat budget untuk makan?

Perhatian: jika tujuan traveling-mu adalah makan, maka hal ini tentunya tidak berlaku.

Yang biasanya saya lakukan ada melihat apakah restoran memiliki harga berbeda untuk lunch dan dinner. Atau apakah berbeda di weekdays dan weekend. Sama seperti restoran all-you-can-eat favoritmu, bisa jadi ada harga termurah untuk makan. Jika kita datang di waktu yang tepat.

Jangan makan di tempat hiburan. Misalnya kalau kita ke amusement park dan sejenisnya. Harganya pasti lebih mahal. Jika ingin mencicipi masakan lokal, coba cari restoran yang terletak di luar zona turis. Sekarang ini semua bisa dicek dahulu dengan Google Maps atau aplikasi traveling seperti TripAdvisor.

Perhatikan promo yang ada. Di sebagian restoran, anak-anak bisa makan gratis. Jika ini adalah birthday trip atau anniversary trip, jangan segan tanyakan apakah mereka punya promosi spesial.

Tiket amusement park mahal, adakah pilihan destinasi lain?

Jawabannya tentu ada. Tapi jika Disneyland atau Universal Studios memang tujuan utamanya, ya kita harus siap dong dengan harganya. Selain itu, cari tujuan wisata yang gratis.

Jika berwisata ke luar negeri, saya sering mencari museum yang gratis. Di Amerika banyak museum gratis, baik yang memang gratis atau membuka pintunya untuk semua orang pada hari tertentu. Di Singapura, banyak taman gratis. Jacob Ballas Children Garden adalah salah satu favorit saya dan Dudu. Di Jakarta ada free walking tour yang bisa diikuti. Atau kegiatan dengan sistem pay-as-you-wish alias sukarela.

Daftar kegiatan out-of-the-box. Saya dan Dudu pernah mendaftar ikutan cooking class di Bangkok. Selain seru, makanan yang dimasak boleh dibawa pulang dan cukup untuk makan 2 hari berikutnya. Traveling jadi lebih hemat karena kita bisa bawa bekal.

Hasil Cooking Class kita. Lumayan kan?

In general, traveling di luar musim liburan jauh lebih murah. Tapi, kita yang punya anak tentu tidak bisa traveling sesuka hati. Kadang karena tujuan traveling yang juga unik, misalnya ingin main salju atau hadir di acara tertentu, membuat kita susah memilih tanggal. Tapi, tetap ada cara untuk hemat jika kita mau browsing dan research. Intinya, semua harus direncanakan dengan baik karena yang bikin budget bengkak adalah hal-hal di luar rencana.

Monday, August 22, 2022

Traveling Bareng Anak Itu Banyak Manfaatnya

Katanya, traveling sama anak kecil itu percuma. Soalnya si anak tidak akan ingat. Memang bener begitu? Ya, waktu saya tanya si Dudu, yang sejak usia 5 bulan sudah wara wiri keliling dunia sama saya sih, jawabannya hanya ingat waktu ulang tahun ke-4 yang dia tiup lilin di taman. Selebihnya tidak tahu.

Tuh kan percuma.

Eh tidak juga loh. Meskipun anak tidak ingat pernah pergi jalan-jalan, ada banyak manfaat yang bisa didapat dari traveling sama anak.

Tiup lilinnya udah, ini lagi potong kue

Yang pertama tentu saja BONDING.

Kapan lagi pergi berdua, jalan berdua dan menghabiskan waktu bersama-sama tanpa disela kegiatan lain? Saya kalau traveling memang hanya berdua Dudu dengan gaya backpacking. Mulai dari road trip ketika dia kecil, di mana dia duduk di carseat, hingga saat dia lebih besar sedikit kita keliling naik kendaraan umum atau ikutan open trip. Perjalanan jadi seru karena ada temannya, dan kalau anak tidak ingat kan tinggal ditunjukkan foto-fotonya ketika dia sudah lebih besar.

Dudu selalu appreciate kalau melihat banyak foto saya dan dia traveling berdua. Tidak perlu mengingat perjalanannya untuk berbagi memori bersama. Begitu anak sudah lebih besar, saya bisa cerita banyak soal trip kita. Atau ya dia bisa baca sendiri juga di blog ini. Hahaha.

Sunday, January 29, 2017

Best Date of 2016

Where have we gone on a date last year? As I tried to write this post, I was struggling through the post I’ve written on the other blog as well as pictures for posts we’ve yet to write about. It’s hard to pick the best of because each adventure is unique. There’s always a new story, a new thing to learn even if we’re visiting the same place. So in the middle of my writer’s block, I asked Dudu about last year.


Mama:
Best Travel of 2016?
Dudu: Hm…
Mama: Train to Malang?
Dudu: It was last year?
Mama: Yeah.
Dudu: That was memorable.
Mama: Singapore and Legoland Playdate?
Dudu: That was so much fun too.
Mama: Universal Studios Halloween?
Dudu: That’s scary, but I love it!
Mama: So which one?
Dudu: Do I have to pick? Can we just write about all three?
Mama: Okay, now can you write about why each one is the best of 2016?
Dudu: WHAT?

Here are the winners!