Eh, tapi ini termasuk travelling nggak ya?
Berkat kemajuan teknologi digital, jalan-jalan mengunjungi suatu tempat tidak lagi berarti terbang ke sana, Bisa dari fitur 360-degree virtual tour atau dari Youtube. Saya bahkan kadang “jalan-jalan” sendiri pakai Google Maps. Meskipun hanya di depan layar, dan tidak secara fisik berada di sana, saya tetap menentukan dua peraturan untuk jalan-jalan virtual ini.
- Mendedikasikan waktu. Sama seperti kalau kita physically present di museum, jalan-jalan virtual juga tidak bisa disambi. Bangun pagi, sempatkan 30 menit untuk browsing, jalan-jalan dan nonton.
- Riset dulu. Ada tur apa yang ditawarkan. Kalau nonton di Youtube, koleksi apa yang ditampilkan? Jalan-jalannya ke mana? Tetap punya plan “jalan-jalan” yang sesuai. Misal punya itinerary seminggu di Seoul, ya beneran tiap pagi kita keliling museum di Seoul.
Cara paling “mudah” untuk memulai tur virtual adalah melalui situs resmi museum. Museum-museum besar di Korea, seperti National Museum of Korea atau The National Folk Museum of Korea, telah mengintegrasikan teknologi High-Resolution 360 View. Kita tinggal masuk ke websitenya lalu memilih bagian digital museum atau virtual tour. Salah satu museum yang lumayan update dengan koleksi virtualnya adalah National Museum of Modern and Contemporary Art, Korea (MMCA). Museum ini memiliki empat cabang dengan empat fokus berbeda. Cabang Seoul yang berfokus pada seni kontemporer global, sementara cabang Gwacheon menonjolkan arsitektur dan alam. Lalu cabang Deoksugung yang terletak di dalam istana bersejarah untuk seni modern klasik, serta cabang Cheongju sebagai pusat penyimpanan dan restorasi. Kalau perginya virtual, ya kita cukup masuk ke websitenya saja.
Mengunjungi Evolusi Kereta Bawah Tanah Seoul dari Laptop
Beberapa waktu lalu, saya sempat “mengunjungi” sebuah pameran sejarah Subway di Seoul di VR Exhibition Seoul Museum of History. Gara-gara pernah mampir ke Museum Subway di New York, saya jadi tertarik melihat bagaimana perkembangan transportasi ini di negara lainnya.Pameran "Subway in Seoul: 50th Anniversary of Seoul Metropolitan Subway" diadakan di Museum Sejarah Seoul. Pameran ini berlangsung dari tanggal 9 Agustus 2024 hingga 3 November 2024, menandai 50 tahun sejak pembukaan jalur kereta bawah tanah pertama di negara itu, yaitu Jalur Jongno.
| Halaman Depan Subway in Seoul: 50th Anniversary of Seoul Metropolitan Subway VR Exhibition |
Pameran fisiknya sih sudah lama hilang, tetapi pameran VR-nya masih ada untuk kita kunjungi dari rumah. Dapat diakses melalui situs web Seoul Museum of History dan tersedia dalam bahasa Inggris. Pameran ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama disebut Kereta Api yang Berjalan di Bawah Kota dan membahas sejarah serta apa yang menggerakkan Kereta Bawah Tanah Seoul. Karena ini VR exhibition, jadi setiap klik berasa seperti sedang maju jalan. Saya bahkan bisa melewati gerbang kereta bawah tanah di pameran, tentu saja secara virtual.
Keunggulan virtual tur adalah semuanya terserah kita. Kamu bisa "berjalan" dari satu ruangan ke ruangan lain, mendekati objek atau lukisan, lalu memperbesarnya hingga detail terkecil yang mungkin tidak terlihat jelas oleh mata telanjang saat kunjungan fisik. Kita bisa zoom in dan zoom out dari keterangan, tulisan dan gambar untuk dilihat lebih jelas. Saya bisa melihat peta lebih dekat dengan mengklik angka dan titik yang berkedip di bawah pameran. Ada peta untuk menunjukkan di mana kita berada sekarang, dan apa yang harus dikunjungi berikutnya. Sedikit banyak seperti main game.
Keunggulan virtual tur adalah semuanya terserah kita. Kamu bisa "berjalan" dari satu ruangan ke ruangan lain, mendekati objek atau lukisan, lalu memperbesarnya hingga detail terkecil yang mungkin tidak terlihat jelas oleh mata telanjang saat kunjungan fisik. Kita bisa zoom in dan zoom out dari keterangan, tulisan dan gambar untuk dilihat lebih jelas. Saya bisa melihat peta lebih dekat dengan mengklik angka dan titik yang berkedip di bawah pameran. Ada peta untuk menunjukkan di mana kita berada sekarang, dan apa yang harus dikunjungi berikutnya. Sedikit banyak seperti main game.
Bagian kedua mengajak kita menyaksikan bagaimana kereta bawah tanah Seoul mengubah gaya hidup kota. Saat saya menjelajahinya secara virtual, saya dapat memasuki kabin kereta bawah tanah, kembali ke masa lalu dan melihat kios koran, serta menonton berbagai video seolah-olah saya sedang berada di pameran. Bagian terakhir menunjukkan evolusi dan para pekerja, yang mencakup wawancara video dengan para pekerja dan kisah mereka. Kita dapat mendengarkan kisah-kisah tentang kereta bawah tanah dalam fitur audio. Nah, sayangnya, kisah-kisah tersebut tidak memiliki terjemahan bahasa Inggris.
Menyenangkan tapi bukan untuk menggantikan.
Keuntungan jalan-jalan virtual ini juga banyak:- Fleksibel. Bisa kapan saja, bahkan bisa mengunjungi pameran yang sudah berakhir. Saya bisa "terbang" ke Korea tengah malam sambil mengenakan piyama, atau pagi-pagi sebelum ngantor, tanpa perlu mengkhawatirkan jam operasional museum.
- Murah. Tidak perlu mengeluarkan biaya tiket pesawat, visa, maupun akomodasi yang mahal. Cuma modal kuota internet dan gadget.
- Jalan dengan pace sendiri, yang menentukan kapan berakhirnya jalan-jalan kita ya kita sendiri. Tidak ada arus pengunjung lain yang mendesak buat segera bergeser. Museumnya sepi, jadi bisa explore dengan tenang tanpa menunggu pengunjung lain pindah dari apa yang saya mau lihat.
(lanjut ke part 2 ya)

No comments:
Post a Comment
Thanks for stopping by. Please do leave your thoughts or questions, but we appreciate if you don't spam :)