Dari tadi ngomongin Light to Night Festival, apaan sih ini?
Light to Night Festival adalah salah satu acara tahunan di Singapura yang biasanya digelar setiap Januari hingga Februari. Festival ini berpusat di kawasan Civic District yaitu seputaran National Gallery Singapore dan area sekitarnya seperti Padang, St. Andrew’s Cathedral, Singapore River, hingga gedung-gedung bersejarah lainnya di Civic District. Selama beberapa minggu, area terbuka di pusat kota Singapura ini berubah menjadi galeri seni yang bisa dinikmati secara gratis oleh siapa saja.Bahkan untuk hari pertama, ketika saya datang ke sana, National Gallery Singapore dibuka gratis untuk umum. Kecuali special exhibition tentunya.
Melihat sejarahnya, festival ini pertama kali diadakan pada 2016, dan sejak itu menjadi agenda budaya yang ditunggu-tunggu. Setiap tahun, temanya berbeda, tapi biasanya berkaitan dengan isu kemanusiaan, identitas, emosi, atau hubungan manusia dengan lingkungan dan teknologi. Tema ini kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk karya seni dengan cahaya, instalasi multimedia, proyeksi pada bangunan bangunan, pertunjukan, hingga program diskusi dan workshop.
Sayangnya, karena saat itu saya datang di hari pertama, jadi kegiatannya banyak yang belum mulai. Baru pameran, bazaar dan pertunjukkan lampunya saja.
Sayangnya, karena saat itu saya datang di hari pertama, jadi kegiatannya banyak yang belum mulai. Baru pameran, bazaar dan pertunjukkan lampunya saja.
Apa saja yang harus diperhatikan kalau ke acara terbuka seperti ini?
Yang pertama jelas cuaca. Soalnya kegiatannya outdoor dan menuju ke sananya juga jalan kaki. Jadi kalau hujan, pasti batal ke sana. Di hari pertama, hujan turun di siang hari. Untung malamnya sudah berhenti. Light to Night Festival berlangsung pada sore hingga malam hari, dengan jam ramai antara pukul 19.00 hingga 22.00. Di hari pertama itu, bahkan hingga pukul 23:00 pun masih banyak yang duduk-duduk dan menikmati pertunjukan. National Gallery Singapore dibuka hingga malam hari, dan ada pertunjukan stand up comedy.
Bisa istirahat Dan ke toilet kalau belum jam 10 malam
Yang kedua adalah persiapan logistik. Meskipun banyak food truck dan tersedia area makan, tapi rasanya datang ke acara seperti ini lebih enak kalau sudah dengan perut kenyang. Apalagi kalau stay hingga malam hari seperti saya, akhirnya bakalan jajan juga. Jangan lupa bawa tumbler karena bisa isi air minum di gedung-gedung yang masih buka. Di Victoria Theatre and Concert Hall ada vending machine dan toilet yang dapat diakses hingga tengah malam.
Lalu, akses dan transportasi ke lokasi juga perlu diperhatikan. Area Civic District Singapura dapat diakses dari MRT City Hall atau Raffles Place, dan banyak bus yang juga lewat di sana. Bus stop yang biasanya saya gunakan adalah yang dekat St. Andrew’s Cathedral, yaitu City Hall Stn Exit B atau Aft City Hall Stn Exit B. Jalur pejalan kaki yang tertata rapi, sebagian lengkap dengan penutup, serta peta lokasi instalasi juga terpampang jelas di mana-mana.
Kalau traveling dengan anak kecil, disarankan membawa stroller karena akan berjalan lumayan jauh. Pergi lebih pagi supaya tidak pulang terlalu malam. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan jika datang lebih awal. Bawa snack sendiri, siapa tahu jajanan yang tersedia di sana tidak sesuai dengan selera anak. Selain itu, have fun dan biarkan anak bereksplorasi!
Beyond Light to Night
Bukan cuma pertunjukkan seni di Civic District, kalau mampir ke sini wajib jalan-jalan ke sekelilingnya juga. Victoria Theatre and Concert Hall terletak di seberang Singapore River, jadi kita bisa menyeberang ke Boat Quay yang juga meriah setelah matahari terbenam, lewat jembatan yang ada di depan The Fullerton Hotel Singapore. Di sisi lain, ada Esplanade, Waterfront Promenade dan Marina Bay Sands.
Jadi, sekalian jalan-jalan, dapat deh 10 ribu langkah. Lebih malah kayaknya.
Tapi, jangan kemalaman ya. Jam Cinderella harus sudah pulang soalnya MRTnya habis haha. Nanti stuck di tengah, sementara tempat menginap saya di utara dekat Johor Bahru.
Light to Night buat saya bukan cuma tentang instalasi cahaya atau gedung-gedung megah yang berubah jadi kanvas “lukisan” raksasa, tapi tentang momen-momen sederhana. Duduk santai di rumput, angin malam yang lewat (tapi habis itu saya masuk angin), orang-orang beraneka ragam yang lalu lalang. Menghabiskan waktu bermain bersama keponakan, ngobrol dengan keluarga dan bengong bersama si Panda. Jadi kalau kebetulan kamu ada di Singapura di awal tahun, coba sempatkan datang. Tidak memikirkan mau apa, cukup datang, jalan kaki, duduk sebentar, dan biarkan malam di Civic District bercerita sendiri.
Eh, tapi ada baiknya ngecek jadwalnya dulu agar bisa datang ke kegiatan yang kamu mau.



.jpg)










No comments:
Post a Comment
Thanks for stopping by. Please do leave your thoughts or questions, but we appreciate if you don't spam :)