“Tempat ini, pintu masuknya di mana sih?”
Menemukan pintu masuk Dharma Boutique Roastery menjadi petualangan tersendiri, karena lokasinya yang seolah "bersembunyi" di balik keriuhan Jalan Wotgandul Barat. Roastery sekaligus cafe ini menempati bangunan tua bergaya kolonial yang terlihat tenang di balik pagar besi yang bersahaja.
Iya, tapi, pintu masuknya mana?
Berkunjung ke Dharma Boutique Roastery
Salah satu daya tarik utama Dharma Boutique Roastery adalah perpaduan antara tradisi lama dan konsep kopi modern. Bangunannya masih mempertahankan nuansa vintage dengan mesin sangrai kopi tua yang usianya puluhan tahun. Sebenarnya untung juga tempat ini tidak berubah jadi bangunan pabrik, karena ngopi di sini memberikan pengalaman unik.
Begitu masuk ke dalam, kita masuk ke ruangan depan untuk memilih kopi. Ada puluhan varian kopi yang berasal dari berbagai daerah seperti Aceh Gayo, Flores, Bajawa, hingga Papua. Semua bisa diseduh dan dinikmati langsung, atau dibeli untuk dibawa pulang. Setiap kopi diletakkan di dalam toples kaca dengan tutup warna-warni. Harganya sudah tertulis di setiap toples untuk yang ingin membeli biji kopi atau versi sudah digiling. Kalau kita bilang mau bawa ke Jakarta, nanti akan dimasukkan ke kantong yang kedap udara agar kopi lebih tahan lama.
Enaknya lagi, di sini bisa ngobrol sama karyawan dan dapat rekomendasi kopi. Favorite saya Robusta Temanggung, lalu biasanya saya beli satu antara Nusantara Honey atau Nusantara Wine. Soalnya saya tim Robusta. Robusta Temanggung punya dominan rasa cokelat pahit (dark chocolate) dan kacang-kacangan (nutty).









.jpg)
