Untuk mencapai tempat ini, saya perlu alasan yang kuat dan ternyata Java Jazz-lah yang membawa saya pertama kali ke venue ini. Selama ini Java Jazz identik dengan akhir pekan yang dihabiskan berpindah dari satu panggung ke panggung lain. Sekarang selain di venue, ada kesempatan menjelajahi salah satu kawasan rekreasi paling berkembang di utara Jakarta.
Sebelum kita keliling kota, ada baiknya kita intip dulu venue Java Jazz Festival 2026 ini seperti apa sih?
Mengenal Venue: NICE PIK 2
Terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) menjadi salah satu venue terbaru berskala besar yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai acara internasional, mulai dari pameran, konferensi, hingga festival musik. Venue yang mulai beroperasi pada Agustus 2025 ini menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan lokasi festival yang biasanya berada di pusat kota atau kawasan perkantoran.Yang membuat pengalaman menghadiri Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2 terasa istimewa adalah lingkungan sekitarnya. PIK 2 saat ini lebih terasa sebagai tujuan wisata. Kalau saya, biasanya mampir ke PIK 2 buat makan sebelum atau sesudah dari bandara. Tempat menunggu kalau mau menjemput teman, terutama kalau mendaratnya dengan penerbangan malam.
Cara menikmati Java Jazz Festival 2026 sekaligus menjelajahi PIK 2 dalam satu hari.
Pertanyaan yang paling utama datang pertama: “Naik apa ke NICE?” Ke PIK 2-nya saja sudah rumit kendaraannya, meskipun sekarang ada busway hingga Pantai Maju. Bagaimana dengan PIK 2 bagian ujung sebelah sana yang punya exit tol terpisah itu? Pilihan pertama ya jelas Transjakarta. Setelah tiba di kawasan PIK, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan layanan shuttle bus internal atau transportasi online.Namun, jujur yang paling mudah memang naik mobil pribadi. Kecuali jika eventnya seperti Java Jazz yang menyediakan Shuttle dan rute spesial Royal Trans ke daerah strategis di pusat kota. Shuttle-shuttle ini adalah pilihan terbaik dan termurah haha. Sebenarnya, daerah PIK 2 ini areanya menyenangkan untuk berjalan kaki. Hanya saja cuacanya panas di siang hari dan jarak yang ditempuh dari satu titik ke titik lain bisa jadi lumayan jauh.
Salah satu alasan banyak orang datang ke PIK bahkan tanpa menghadiri acara apa pun adalah pilihan kulinernya. Favorit saya dan keluarga biasanya ada di sekitaran Pantjoran PIK dan Pantai Maju. Lalu akhir-akhir ini saya senang mampir ke Indonesia Design District yang juga banyak pilihan makanan.
Jika ingin menghabiskan satu hari di PIK 2 sekalian pergi ke event seperti Java Jazz Festival, ini itinerary-nya. Itinerary ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa kita bepergian menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi online.
09.00 WIB
Sampai PIK pagi-pagi jadi belum panas dan ada banyak tempat yang cocok buat memulai hari misalnya Monsieur Spoon Riviera Aloha PIK 2. Restoran ini penuh kalau sudah siang menjelang sore. Jadi, datang pagi-pagi untuk sarapan atau brunch mungkin adalah pilihan yang tepat. Lokasi tempat ini dekat dengan pantai, dan menyajikan menu makanan yang sudah familiar. Selain itu, tempatnya juga fotogenik kalau mau sekalian update content.
Kalau mau berhenti di area depan PIK 2, di sekitaran By The Sea dan Pantai Maju ada Native Tribe East Coast dan Jordnära Cafe yang bisa jadi pilihan brunch sebelum menjelajah PIK 2 lebih lanjut. Di sekitaran NICE sendiri, cafe yang buka pagi ada Fillmore Coffee Orange Groves dan Titik Temu Brew Bar di Indonesia Design District.
10:30 WIB
Jalan-jalan di Land’s End atau Aloha. Dibandingkan Pantai Maju, dua tempat ini lebih menyenangkan kalau buat sekedar jalan-jalan dan menikmati pemandangan. Di Land’s End ada mercusuar yang ikonik, sementara di Aloha pantainya panjang meskipun tidak bisa dipakai main.
Malas ke pantai? Di dekat NICE ada La Riviera PIK 2 - Kota Belanda yang rukonya cocok buat foto-foto instagramable. Masalahnya hanya tempat ini panas kalau matahari sudah tinggi. Yang lebih teduh adalah area Orange Grooves PIK 2. Lokasinya cocok untuk berjalan santai, berolahraga ringan bersama keluarga, atau sekadar menikmati udara terbuka di tepi sungai.
12:00 WIB
Waktunya makan siang! Biasanya kalau ke PIK, saya mencari makanan tidak halal seperti Bipang. Namun, di area sekitaran NICE ada banyak restoran yang bisa mengakomodasi semua, misalnya Kampung Kecil dan Bandar Djakarta. Di Indonesia Design District ada Bakmi GM, Pempek, dan Gudeg Mercon. Sementara di ruko-ruko seberang NICE ada Bakso Samrat. Kemarin sepulang dari Java Jazz kelaparan, jadi ingin berhenti di sana. Sayangnya karena hari pertama saya naik Shuttle, saya tidak jadi mampir.
14:00 WIB
Berangkat ke NICE untuk ke Java Jazz Festival, cari parkir lalu masuk ke area festival. Line up Java Jazz setiap harinya dimulai sekitar jam 15:00. Jadi ada banyak waktu untuk berkeliling melihat booth dan mengintip area makan sebelum menonton show. Satu hal yang perlu diperhatikan saat menghadiri festival di NICE adalah menggunakan pakaian yang nyaman. Suhu udara di dalam ruangan, baik di koridor maupun ruang konser, dan area outdoor makanan dan stage, lumayan drastis terutama ketika matahari masih tinggi. Sepatu nyaman diperlukan karena jarak satu hall dengan yang lain lumayan jauh, belum lagi kalau parkir mobil di area terbuka di seberang.
Oh iya, harga parkir kemarin adalah Rp. 25,000 sekali masuk.
Perbandingan dua hari Java Jazz Festival 2026
Saya pergi ke Java Jazz Festival di hari pertama dan kedua. Hari pertama, saya naik shuttle dari fX pukul 13:00. Sampai di NICE sekitar pukul 14:00. Lalu, malamnya kembali ke kota naik shuttle ke Plaza Senayan jam 21:00, tiba sekitar pukul 22:15 karena memang perjalanan lebih macet. Dari situ lanjut pulang ke daerah Jakarta Timur.Sementara hari kedua saya naik mobil pribadi lewat Jalan Tol Dalam Kota dan turun di exit PIK. Perjalanan sekitar 1 jam 30 menit. Pulangnya malam, pakai berhenti makan dulu di PIK. Jadi waktu pulang hanya 45 menit kembali ke daerah Jakarta Timur lewat JORR Barat.










No comments:
Post a Comment
Thanks for stopping by. Please do leave your thoughts or questions, but we appreciate if you don't spam :)