Friday, June 28, 2024

Visiting The Traditional Markets Brings A Different Experience

When you travel, try visiting the traditional markets for a different experience. I read that somewhere, or heard it from someone. 

So, when I received the prompt of writing about a traditional or modern market I’ve visited, I scrolled the photos I’ve taken throughout my journey and saw some of the most memorable market visits I’ve done. Unfortunately these market visits were done before the pandemic hit. Needless to say, I would love to visit them again should the opportunity arise.

Inside Jeju Dongmun Public Market

Jeju Dongmun Public Market, Jeju-Do, South Korea
9 Dongmun-ro 4-gil, Jeju-si, Jeju-do, South Korea

Said to be the largest and oldest permanent traditional market in Jeju, the market dates back to the Japanese colonial period. We visited this market as it was on our way to the bus stop from our lunch spot. It was in winter and early afternoon, so most of the fresh items are either gone or just not being sold. We found several street food stalls and decided to snack on our way to the bus stop. It was freezing cold. 

Interestingly, the street food vendors all shooed us away whenever we wanted to take pictures. Even when I’m taking pictures of Dudu. These elderly grandma didn’t want to be in any pictures, so we ended up posing in front of the market gate. Despite their rather rude attitude, the snacks are tasty. I figured, the street vendors might have enough with tourists and content creators. Or it might be my race. I started noticing that they changed their attitude upon seeing Dudu, which is half-white, and upon knowing where I’m from, their attitude changed. 

It was quite an interesting experience. I’m glad I spoke enough Korean then to do basic communications with the grandmas and grandpas in the market. Otherwise, the tasty snacks won’t be on our hands because most vendors don’t speak English.

Back to the snack. Dudu bought Hotteok, a pancake often filled with brown sugar. His friends bought Bungeo-ppang (Fish Bread filled with red bean paste),  which is similar to Japanese Taiyaki. Bungeo-ppang is a popular winter street food.

Sunday, June 23, 2024

Menjawab Pertanyaan Tentang Liburan Hemat

Mau liburan tapi khawatir over budget? Bagaimana caranya agar bisa liburan dengan tenang? Mulai dari booking tiket hingga apa yang dilakukan di kota tujuan, ada banyak cara untuk menghemat.


Apakah harga tiket pesawat benar-benar lebih murah di hari Selasa?

Dilansir dari website Skyscanner, airlines biasanya mempublikasi sale pada Senin malam atau Selasa pagi. Jadi, jika kita kebetulan browsing tiket pada saat sale berlangsung, ya harganya pasti lebih rendah daripada ketika kita cek di hari Sabtu. Namun hal ini bukan berarti kita harus booking di hari Selasa.

Sebaiknya booking jauh-jauh hari. Scott Keyes, founder dan chief flight expert at flight deal subscription service Going, membagikan di interviewnya dengan CNBC, bahwa untuk off season yang bukan musim liburan, sebaiknya booking dilakukan satu hingga tiga bulan di muka. Sebisa mungkin jangan di bawah tiga minggu karena Airlines cenderung menaikkan harganya ketika tanggal penerbangan sudah dekat.


Bagaimana dengan Hotel, kapan waktu yang tepat untuk booking kamar?

Banyak yang menyarankan untuk booking kamar pada hari Jumat atau Sabtu, karena banyak hotel yang menurunkan harga untuk kamar-kamar yang sepertinya tidak mungkin terisi. Hindari hari-hari awal minggu karena semua orang merencanakan bepergian dan kemungkinan besar sedang booking hotel juga.

Tapi kalau traveling yang kita lakukan bukan last-minute, coba booking dua sampai tiga bulan sebelumnya. Tapi jangan lebih jauh dari itu. Takut rencana berubah? Menurut majalah Travel+Leisure, kesempatan berikutnya hadir di 15 hari sebelum tanggal booking.

Apakah booking lewat Travel Agent atau third-party lebih murah?

Ternyata tidak juga. Jika third-party tersebut bekerja sama dengan hotel atau airlines yang kita ingin gunakan, mungkin harganya bisa lebih murah. Atau ketika ada diskon dan promo tambahan yang memang berasal dari Travel Agent atau third-party itu sendiri. Selebihnya, booking langsung bisa jadi lebih murah.

Saya pernah booking hotel via third-party seperti online travel agent, lalu menemukan bahwa booking langsung ternyata bisa lebih murah karena mereka sedang ada promo stay 2 nights, get 3rd night free. Promo tersebut hanya bisa didapatkan melalui direct booking. Begitu juga dengan penerbangan. Ketika mencari harga tiket murah penerbangan internasional lewat Skyscanner beberapa waktu lalu, harga termurah justru ada di website airlines itu sendiri.

Bihun bebek di Medan, meski terkenal, tempatnya agak tersembunyi

Bagaimana menghemat budget untuk makan?

Perhatian: jika tujuan traveling-mu adalah makan, maka hal ini tentunya tidak berlaku.

Yang biasanya saya lakukan ada melihat apakah restoran memiliki harga berbeda untuk lunch dan dinner. Atau apakah berbeda di weekdays dan weekend. Sama seperti restoran all-you-can-eat favoritmu, bisa jadi ada harga termurah untuk makan. Jika kita datang di waktu yang tepat.

Jangan makan di tempat hiburan. Misalnya kalau kita ke amusement park dan sejenisnya. Harganya pasti lebih mahal. Jika ingin mencicipi masakan lokal, coba cari restoran yang terletak di luar zona turis. Sekarang ini semua bisa dicek dahulu dengan Google Maps atau aplikasi traveling seperti TripAdvisor.

Perhatikan promo yang ada. Di sebagian restoran, anak-anak bisa makan gratis. Jika ini adalah birthday trip atau anniversary trip, jangan segan tanyakan apakah mereka punya promosi spesial.

Tiket amusement park mahal, adakah pilihan destinasi lain?

Jawabannya tentu ada. Tapi jika Disneyland atau Universal Studios memang tujuan utamanya, ya kita harus siap dong dengan harganya. Selain itu, cari tujuan wisata yang gratis.

Jika berwisata ke luar negeri, saya sering mencari museum yang gratis. Di Amerika banyak museum gratis, baik yang memang gratis atau membuka pintunya untuk semua orang pada hari tertentu. Di Singapura, banyak taman gratis. Jacob Ballas Children Garden adalah salah satu favorit saya dan Dudu. Di Jakarta ada free walking tour yang bisa diikuti. Atau kegiatan dengan sistem pay-as-you-wish alias sukarela.

Daftar kegiatan out-of-the-box. Saya dan Dudu pernah mendaftar ikutan cooking class di Bangkok. Selain seru, makanan yang dimasak boleh dibawa pulang dan cukup untuk makan 2 hari berikutnya. Traveling jadi lebih hemat karena kita bisa bawa bekal.

Hasil Cooking Class kita. Lumayan kan?

In general, traveling di luar musim liburan jauh lebih murah. Tapi, kita yang punya anak tentu tidak bisa traveling sesuka hati. Kadang karena tujuan traveling yang juga unik, misalnya ingin main salju atau hadir di acara tertentu, membuat kita susah memilih tanggal. Tapi, tetap ada cara untuk hemat jika kita mau browsing dan research. Intinya, semua harus direncanakan dengan baik karena yang bikin budget bengkak adalah hal-hal di luar rencana.

Thursday, June 6, 2024

Petualangan Akhir Pekan Bersama Buku dan Bazaar di Singapura

Setelah sekian lama hanya travelling di Indonesia, akhirnya saya kembali mengunjungi negara tetangga. Ini trip perdana saya menggunakan auto-gate e-passport. Biasanya harus mengantri di imigrasi, sekarang mengantri di depan mesin. Mengurangi interaksi dengan manusia, tapi ya itu, paspor saya jadi tidak ada capnya. Dibilang lebih cepat juga tidak begitu berbeda karena penerbangan saya ada di jam pagi, dan masih banyak yang kagok menggunakan auto-gate ini. Termasuk saya. 

Terminal 2 setelah sekian lama. Kali ini traveling sama Panda.

Sekian lama tidak terbang, kesan yang dirasakan masih sama. Antusiasme mau ke luar negeri dan perasaan lega sudah meninggalkan Indonesia. Meskipun secara fisik masih ada di gate untuk boarding. Kalau main game, seperti mau memulai petualangan di welcome screen tapi belum klik start. 

Bandara negara tetangga favorit saya itu tidak banyak berbeda. Lagi-lagi ini perdana saya menggunakan auto-gate. Tanpa antri juga. Prosesnya cepat dan kurang dari 15 menit, saya sudah menunggu bagasi, siap berpetualang di Singapura.