Kalau menyusuri MRT line yang berwarna merah di Singapura, ada satu stasiun tambahan yang baru muncul, bersamaan dengan jalur baru. Namanya Marina South Pier. Ini tempat apa?
Our Date is At
Singapore Maritime Gallery
31 Marina Coastal Drive
Level 2 Marina South Pier
Singapore 018988
Saya baru kenal Marina South Pier minggu lalu, ketika harus melarung abu jenasah salah satu paman yang meninggal di Singapura. Ternyata tempat ini sedikit banyak mirip Marina Ancol dengan perahu-perahu kecil yang menyeberangkan orang ke pulau-pulau sebelah selatan Singapura. Termasuk layanan melarung abu. Cruise yang lebih besar, seperti Disney Cruise dan penyeberangan ke Batam, mendaratnya di Vivo City atau HarbourFront yang dekat ke pulau Sentosa. Marina South Pier punya Marina Bay Sands (MBS) sebagai latar belakangnya.
Selain itu, tempat ini kosong. Hanya ada kios-kios kecil yang menjual makan dan minum, dan rooftop yang dipakai piknik warga pendatang. Karena hari itu hujan, cuaca jadi cukup sejuk. Downsidenya, jadi tidak bisa ke Pier atau dock di atas untuk melihat kapal yang berangkat.
Saya tidak ikut kapal yang pergi melarung, karena kapasitas yang terbatas. Jadi, sambil menunggu kapal kembali, saya bisa apa? Keluarga lain, yang juga menunggu menyarankan keliling Singapore Maritime Gallery yang ada di lantai dua. Exhibition indoor ini cukup menyenangkan untuk dikunjungi, terutama ketika hari hujan. Sepupu-sepupu yang punya anak kecil langsung setuju.
Mengenal Singapore Maritime Gallery
Singapore Maritime Gallery adalah galeri interaktif yang dikelola oleh Maritime and Port Authority of Singapore (MPA). Galeri yang pertama kali dibuka pada tahun 2012 ini, terus diperbarui dengan teknologi serta zona pameran baru. Pada 2025, tempat ini kembali direvitalisasi dengan tambahan area heritage bernama “Tides of Time” yang menampilkan sejarah maritim Singapura sejak abad ke-3.Bukan cuma Changi Airports, ternyata pelabuhan dan pelayaran di Singapura pun sibuk. Lewat galeri ini, pengunjung dapat memahami bagaimana negara kecil tanpa sumber daya alam bisa berkembang menjadi salah satu pusat maritim global.
Sejarah kelautan terdengar membosankan, apalagi kalau ini bukan interest kita. Namun, Singapore Maritime Gallery mampu menyajikan informasi dengan gaya yang menarik sehingga saya merasa seperti sedang bertualang kembali ke jaman dahulu kala.
Yang paling bahagia ya anak-anak… dan para bapak. Sepupu saya yang punya anak balita menghabiskan waktu dengan main simple time management games, seperti mengatur kontainer. Anaknya sibuk bikin prakarya origami ikan di ruangan sebelahnya. Wait, sebelum sampai ke area bermain, ada beberapa zona yang perlu kita lalui. Kalau yang bawa toddler sih silahkan langsung saja ke bagian akhir.
Apa Saja yang Bisa Dilihat?
Saya memulai adventure dengan area “Tides of Time” yang menampilkan artefak maritim dan kisah perdagangan laut Asia Tenggara jauh sebelum era kolonial. Jadi pengunjung tidak hanya belajar soal kapal modern, tetapi juga sejarah panjang jalur perdagangan di kawasan ini.Setelah menyaksikan film animasi, kita diajak “naik kapal”. “Welcome Abroad”, katanya. section sejarah ini mengenalkan kita akan evolusi teknologi perkapalin, benda-benda laut yang jadi harta karun, perkembangan jalur perdagangan lewat gambar di kaca yang bisa digeser-geser. Banyak section interaktif dan benda-benda yang diletakkan eye-level anak-anak di sini. Misalnya, ketika mengintip salah satu jenis kapal, saya harus melakukannya dengan berjongkok. Bagian berikutnya ada tentang artefak. Kita bisa mencari dan menyusun artefak dari bangkai kapal yang ada, secara digital. Menurut keponakan saya yang usia 5 tahun, aktifitas interaktif di section “Tides of Time” ini membosankan karena terlalu mudah. Hahahaha. Yah, namanya juga gen alfa yang lahir dengan handphone.
Kembali ke zaman sekarang, kita menemukan Singapore Maritime Gallery dengan suasana berbeda. Didominiasi warna putih dengan jendela kaca yang besar, langsung menghadap ke South Pier dan laut lepas. Di area ini ada miniatur kapal, layar interaktif, serta penjelasan mengenai berbagai jenis kapal yang melewati perairan Singapura setiap hari. Ada maket yang menggambarkan port di Singapura. Di beberapa sudut ada hasil karya anak-anak sekolah dengan tema kelautan.
Salah satu daya tarik utama di sini adalah berbagai instalasi multimedia dan simulator kapal. Pengunjung dapat mencoba pengalaman menjadi kapten kapal lewat ship bridge simulator, mempelajari lalu lintas kapal di pelabuhan Singapura, hingga melihat bagaimana teknologi modern membantu pengelolaan pelabuhan terbesar dunia. Kedua games yang ada, cocok untuk dimainkan bersama anak-anak. Meski di kasus rombongan saya, yang main malah yang dewasanya. Anak-anak yang lebih kecil, tersedia area bermain bertema maritim seperti digital art corner, cosplay pelaut, hingga lego wall.
Stroller harus ditinggal di pintu masuk. Minuman boleh dibawa tapi harus masuk tas karena tidak boleh makan dan minum di dam ruang Gallery.
Cara mencapai Marina South Pier
Cara termudah menuju lokasi adalah menggunakan MRT. Naik North-South Line (jalur merah) dan turun di stasiun Singapore MRT Marina South Pier (NS28), yaitu stasiun paling ujung. Setelah keluar gate, lokasi galeri ada di dalam bangunan Marina South Pier, hanya beberapa langkah dari stasiun. Bangunan ini satu-satunya di sana, sisanya adalah area outdoor dan open park yang kebanyakan dipakai jogging atau bersepeda.Kalau berkunjung, coba datang di pagi hari atau menjelang sore. Cuaca di sini sebenarnya lumayan panas, meski Gallery-nya aman dengan AC yang lumayan kencang. Namun, kalau sudah sampai Marina South Pier, yang menurut saya termasuk middle of nowhere, ya sekalian liat pemandangan dan going people watching dong ya.
















Menarik sekali ya Singapore Maritime Gallery, lokasinya pun cukup strategis dan cara penyajian informasi di gallery yang satu ini sangat menyenangkan dan tidak membuat pengunjung bosan. Selalu salut sama Singapura dengan segala inovasi dan gebrakannya.
ReplyDelete