Showing posts with label winter. Show all posts
Showing posts with label winter. Show all posts

Saturday, May 16, 2026

Pengalaman Main Ski Di Mammoth Lakes California

Beberapa waktu lalu, saya dapat cerita main ski dari anak saya, si Dudu. Ski adalah salah satu olahraga yang ingin dia coba. Jadi, ketika keluarga teman-teman saya mengajak, ya saya iyakan saja permintaan Dudu buat pergi main ski. Mereka pergi ke Mammoth Mountain di area Mammoth Lakes, sebuah destinasi wisata yang letaknya sekitar 300 miles di utara Los Angeles.


Mammoth Mountain adalah salah satu destinasi ski paling terkenal di California. Area ini berada di pegunungan Sierra Nevada dan terkenal karena musim saljunya panjang. Rata-rata lebih dari 400 inci salju turun di daerah ini, akibat pola cuaca dari Samudra Pasifik yang terbentuk di atas Sierra. Ketinggiannya yang lebih dari 11.000 kaki dan area ski yang luas, membuat tempat ini jadi favorit banyak pemain ski pemula hingga profesional. Area ski di sini memiliki sekitar 150 jalur ski dengan variasi tingkat kesulitan yang cukup lengkap. Mammoth Mountain memiliki total 28 lift yang terdiri dari berbagai tipe, termasuk dua six-pack lift, sepuluh quad lift, di mana sembilan di antaranya merupakan high-speed detachable lift. Kapasitas angkut mencapai sekitar 50.000 rider per jam, untuk mengakomodasi jumlah pengunjung yang hadir.

Ketika dia kembali, saya bertanya “Apa yang kamu ingat dari perjalanan tersebut?”

Cerita yang dibawa pulang Dudu setelah perjalanannya ke Mammoth Mountain, yang paling membekas justru pengalaman-pengalaman kecil: belajar ski dengan mengamati orang lain, jatuh saat turun dari ski lift, sampai kepanasan karena terlalu banyak memakai layer baju.

Menuju Mammoth Mountain

Perjalanan ke Mammoth Mountain memakan waktu sekitar 4-5 jam dengan mobil sewaan, biasanya melalui Highway 395. Rutenya terkenal cukup indah karena melewati gurun Mojave dan pegunungan Eastern Sierra. Perjalanan menuju Mammoth terasa seperti masuk ke dunia yang berbeda. Suasana kota besar Los Angeles berganti dengan jalan panjang, pegunungan, dan udara yang semakin dingin.



Perjalanan main ski ke Mammoth Lakes dari Los Angeles memang tergolong tidak murah, tetapi masih cukup realistis untuk short winter getaway. Sebaiknya pergi bersama teman agar bisa sharing cost. Estimasi cost yang harus dikeluarkan untuk mencoba pengalaman main ski di Mammoth Lake adalah:

Mammoth Mountain Lift Tickets:
  • Young Adult (usia 13–22) 1-Day Lift Ticket USD 120 (weekend) atau USD 102 (weekdays)
  • Adult (usia 23 - 64) 1-Day Lift Ticket USD 120 (weekend) atau USD 102 (weekdays)
Paket Ski Standar sudah termasuk ski, sepatu bot, dan tongkat ski standar dari toko penyewaan (USD 55). Bagi pemula sebaiknya menyewa peralatan ini karena sudah sepaket semua. Selain itu, jangan lupa membawa jaket, sarung tangan, dan pakaian musim dingin sendiri.

 

Friday, March 13, 2026

Contekan Itinerary New York di Musim Dingin

Ada dua jenis orang yang liburan ke New York City. Yang pertama: santai, satu hari cuma ke satu museum, sisanya ngopi dan people watching. Yang kedua: membuat itinerary seolah-olah New York itu kota kecil yang bisa dijelajahi dalam empat hari. Trip saya ini masuk kategori kedua karena teman seperjalanan saya bilang: “Pokoknya selama di New York kita harus lihat sebanyak mungkin.”

Sementara dia sendiri pake ke Washington DC dulu…

Taksi khas NYC Yang warnanya Kuning.

Buat yang sedang merencanakan trip ke NYC, ini dia itinerary versi saya.

Trip ini dilakukan di musim dingin, jadi selain jalan kaki banyak, juga harus tahan udara dingin Manhattan.


Hari 1: Tiba di NYC - New York Transit Museum - Check In Hotel


Mendarat di Newark Liberty International Airport jam 9 pagi, lalu naik bus ke Port Authority Bus Terminal dan jalan kaki sekitar 10 menit ke hotel. Saya menginap di DoubleTree by Hilton New York Times Square West dan bisa titip koper sebelum check-in.

Destinasi pertama hari itu adalah New York Transit Museum.

Museum ini sedikit unik karena lokasinya berada di stasiun subway lama yang sudah tidak dipakai. Begitu masuk, rasanya seperti masuk ke kapsul waktu sistem transportasi New York .Di dalamnya ada koleksi gerbong subway dari berbagai era. Beberapa bahkan bisa dimasuki langsung, jadi pengunjung bisa melihat bagaimana desain kereta berubah dari tahun ke tahun. Lucunya, beberapa gerbong lama terasa seperti set film New York klasik.

Warning: Museum ini dingin. Bukan karena AC yang terlalu kuat, tapi karena museum ini memang berada di stasiun subway bawah tanah yang sudah tidak dipakai. Jadi temperatur di dalamnya terasa seperti berada di platform subway lama. Saya berkunjung di musim dingin jadi kebayang deh kayak apa suhunya. Di dalam museum pun kita tidak copot coat.


Balik ke hotel sekitar jam 2:30, langsung check-in. Kamarnya cozy, lokasi dekat Times Square tapi nggak terlalu ribut. Istirahat bentar, terus saya lanjut adventure. Dudu tidur karena kita naik pesawat dengan jam red-eye. Sementara saya eksplor sekeliling, dan akhirnya duduk manis di sebuah coffee shop sambil people watching. Ketika hari gelap, saya jalan kaki sendirian ke Times Square. Melihat billboard raksasa di mana-mana, rasanya seperti masuk ke dunia yang penuh lampu LED. Ada berbagai orang kumpul di sini. Ada turis dari berbagai negara, orang lokal New York yang berjalan super cepat, hingga karakter kostum yang mencoba mengajak foto.

New York, bahkan di basian Perayaan Tahun Baru, sebenarnya relatif aman untuk jalan sendirian malam-malam. Tapi saya tetap berusaha nggak lewat jalan gelap sendirian atau keluar exit Subway yang ada homeless duduk-duduk. Karena musim dingin, banyak homeless yang menghangatkan badan di dalam stasiun.

Hari 2: Harry Potter, Broadway, dan Times Square (lagi)