Sunday, April 19, 2026

New York Transit Museum: Menjelajah Sejarah Subway New York di Bekas Stasiun Bawah Tanah

Salah satu hal yang pertama muncul di kepala ketika mendengar kata New York adalah Subway-nya, yang lebih dikenal dengan MTA. Saat ini, New York Subway punya 472 stasiun di empat wilayah (Manhattan, Brooklyn, Queens, dan Bronx). Dan buat saya, subway New York bukan sekadar sistem transportasi. Ada kenangan personal di dalamnya. Salah satunya adalah momen berlari mengejar kereta terakhir setelah merayakan tahun baru di Times Square bersama teman-teman kuliah dulu.

Well, itu cerita lama. Saat kembali ke New York di tahun 2025, saya jadi melihat subway dengan cara yang berbeda. Kali ini, saya tidak hanya naik, tapi juga “kembali ke masa lalu” lewat kunjungan ke New York Transit Museum.

New York Transit Museum
99 Schermerhorn St, Brooklyn, NY 11201, United States


Berada di Downtown Brooklyn, museum ini menempati bekas stasiun Court Street yang dibuka pada tahun 1936. Museum ini unik karena menawarkan pengalaman menjelajah stasiun bawah tanah asli yang sudah tidak digunakan lagi dan menghadirkan suasana autentik yang sulit ditemukan di museum lain. Begitu memasuki area museum, kita langsung merasakan atmosfer klasik subway New York, termasuk udara dingin khas bawah tanah, yang terasa semakin menusuk karena saya datang di musim dingin. Bahkan di dalam ruangan pun, saya dan Dudu tetap memakai coat.

Jalan masuk ke museum ini cukup tricky untuk ditemukan karena bentuknya tangga menuju stasiun bawah tanah. Lokasinya berada di persimpangan Schermerhorn Street dan Boerum Place. Pintu masuknya ditandai dengan pagar besi khas New York dan papan petunjuk berwarna biru cerah.

Harga tiket museum ini adalah 10 USD untuk dewasa dan 5 USD untuk anak-anak dan Lansia. Museum ini buka hari Rabu hingga Minggu, pk. 10.00 – 16.00. Perlu diingat bahwa lokasi museum yang ada di stasiun bawah tanah, membuat adanya pembatasan entry di waktu-waktu tertentu ketika pengunjung sedang padat. Ada baiknya booking tiket terlebih dahulu jika berencana berkunjung di musim liburan.

Apa yang Bisa Dilihat di Dalam Museum?





Secara garis besar, ada beberapa bagian utama museum yang bisa kita kunjungi.
  • On-View Exhibits menampilkan berbagai pameran yang diambil dari koleksi besar museum, seperti kereta vintage, foto arsip, artefak, dan instalasi interaktif yang menjelaskan evolusi sistem transportasi kota New York.
  • Digital Exhibits mengeksplorasi cerita transportasi secara online, termasuk topik seperti sejarah Grand Central Terminal, krisis transportasi, hingga tokoh penting di bidang transit.
  • Vintage Fleet adalah koleksi kereta dan kendaraan transportasi lama yang menjadi bagian penting dalam memahami perkembangan sistem transit New York.
  • Collections terdiri dari lebih dari satu juta item, termasuk peta, foto, alat, hingga kendaraan, yang digunakan untuk riset, edukasi, dan pameran.
Dari semua bagian tersebut, ada satu area yang menurut saya paling mencuri perhatian. Highlight kunjungan kita tentu adalah koleksi subway car alias gerbong-gerbong subway dari zaman ke zaman, termasuk yang di Vintage Fleet. Namun sebelum menuju ke sana, kita melewati bagian cerita sejarah dibangunnya subway di New York. Ketika saya berkunjung, ada exhibition yang bertema “The Subway Is…” Pameran bertema Moving the Millions ini menjelaskan bagaimana jaringan subway berkembang menjadi salah satu sistem transportasi terbesar di dunia. Pameran ini menampilkan foto arsip, peta lama, serta penjelasan mengenai tantangan pembangunan jaringan rel bawah tanah di kota yang sangat padat.

Gerbong-gerbong yang ada di museum ini berasal dari berbagai era, mulai dari tahun 1900-an hingga 1970-an, lengkap dengan iklan-iklan retro dan kursi rotan aslinya. Kita jadi seperti time travelling.

Kereta mana yang jadi favorit?
  • R1/R9 "City Cars” adalah gerbong iconic yang sering terlihat di film-film berlatarkan New York jaman dahulu.
  • Gerbong BMT (Brooklyn-Manhattan Transit) yang terkenal dengan kursi rotannya.
  • BRT Brooklyn Union Elevated Car yang beroperasi di Brooklyn selama sekitar 30 tahun, terkenal dengan pintu yang manual dan kondektur yang meng-assign seat bagi penumpang.


Apa saja yang bisa dilihat selain deretan gerbong kereta?


Bagian lain yang menarik adalah galeri yang menampilkan sejarah bus dan trolley di New York, termasuk model kendaraan mini yang detail. Pengunjung juga dapat mempelajari perkembangan teknologi pembayaran tiket, mulai dari tiket kertas hingga MetroCard modern. Ada exhibition berjudul “Ticket To Ride” yang menunjukkan perkembangan sistem fare collection di semua jenis transportasi di kota New York. Pengunjung dapat melihat dan menyentuh berbagai jenis peralatan seperti turnstile dan kotak tarif. Mengeksplorasi cara bayar subway dari jaman pakai koin, dan lewat pintu putar.





Museum ini cukup ramah anak karena interaktif dan banyak tempat duduk. Namun, perlu diperhatikan bahwa banyak tangga di dalam area museum, sehingga kurang praktis jika membawa stroller. Ada lift yang bisa diakses di sudut Schermerhorn and Court Streets. Untuk mengoperasikan ini, kita bisa memanggil staff dengan bel. Namun, disarankan untuk menghubungi museum terlebih dahulu jika kita akan datang dengan stroller maupun kursi roda.

Museum ini cukup luas. Kalau semua bagian mau dikunjungi, dan benar-benar keliling untuk foto-foto, museum ini bisa menghabiskan waktu 3-4 jam.

Selain museum yang di Brooklyn, ada juga New York Transit Museum Gallery & Store at Grand Central Terminal. Jika tidak sempat mampir ke Brooklyn, tapi penasaran dengan sejarah subway di New York, bisa mampir ke cabang Grand Central Terminal yang letaknya di tengah-tengah Manhattan.




Di New York Transit Museum, saya tidak hanya melihat sejarah subway, tapi juga memahami bagaimana sistem ini berkembang dan menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari warganya. Setelah itu, setiap kali naik subway, rasanya bukan sekadar berpindah dari satu titik ke titik lain, tapi seperti ikut merasakan cerita panjang di baliknya. Memulai perjalanan dengan museum seperti ini bisa jadi cara yang menarik untuk terhubung lebih dalam dengan kota yang kita kunjungi.

No comments:

Post a Comment

Thanks for stopping by. Please do leave your thoughts or questions, but we appreciate if you don't spam :)