Friday, April 17, 2026

Membuat Itinerary Traveling yang Efektif Dan Realistis

“Emang ke Singapura mau ngapain aja?”
“Bagi itinerary-nya dong.”
“Hari terakhir bisa shopping nggak?”

Kalimat-kalimat adalah contoh yang sering muncul di chat saya menjelang keberangkatan. Soalnya saya yang bertugas bikin itinerary. Mau ngapain aja selama di kota atau negara tujuan? Seberapa detail kita harus menuliskan itinerary? Lalu, yang paling sering ditanyakan adalah, “lo kalo bikin itinerary, mulai dari mana sih?”

Mulai dari memilih negara tujuannya dulu hahaha.
Tolong jangan timpuk.

Anyway, on a more serious note, itinerary saya biasanya dimulai dari menjawab pertanyaan sederhana: Where, What, When, Who, and How. Seperti menulis blog ya harus ada 5W 1H. Itinerary cuma butuh 4W dan 1H. W yang kelima (Why) hanya perlu muncul kalau ada pertengkaran yang timbul akibat itinerary yang disusun. Kalau sudah paham, yuk, kita mulai susun itinerary kita.



WHERE - Mau pergi ke mana?

Negara tujuan kita apa? Singapura. Oke, itu mudah. Kalau daerah yang lebih luas gimana? Misalnya, mau ke Jawa Timur. Jawa Timur sebelah mana? Surabaya? Mau nyebrang ke Madura? Atau malah belok ke Malang? Mau ke Korea Selatan. Mau ke kota apa saja? Mau ke Jeju juga nggak? Atau ke Busan? Korea Selatan saja atau sekalian ke Jepang?

“Where” adalah menentukan kota atau negara tujuan dengan spesifik.

WHAT - Apa yang mau dikunjungi?

Apakah kita mau ke museum? Ke alam bebas? Atau ke tempat-tempat populer? Biasanya, saya akan membuat list tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Bukan cuma objek wisata populer, tetapi juga cafe, restoran, tempat oleh-oleh. Pokoknya semua tempat yang mau dikunjungi.

Biasanya “What” ini berguna kalau kita bepergian dalam grup. Ada si A yang pengen ke theme park, ada si B yang senangnya museum. Ada si C yang pengen mencoba makan viral. Belum lagi kalau si D punya anak kecil lalu pengen shopping di toko tertentu. Kalau semua di list, kan jadi masing-masing kebagian mengunjungi tempat yang ingin dituju.

What-nya kadang sampah se-detail ini kalau kita banyak mau haha

WHEN - Kapan perginya… dan berapa lama?

Jika tujuan kita adalah negara dengan empat musim, maka “When” menjadi penting karena kita mungkin perlu mengatur ulang “What” yang sudah ada di list tadi. Tempat-tempat outdoor bisa jadi tidak buka ketika musim dingin sedang parah atau hujan sedang sering terjadi. Kalau itinerary melibatkan jalan kaki atau naik pesawat, kita juga harus waspada bahwa bisa jadi ada delay atau jalan kaki jadi lebih memakan waktu.

Contoh: jalan kaki dari titik A ke titik B adalah 10 menit dalam keadaan normal. Tapi di musim dingin dengan angin kencang bisa jadi 20 menit atau tidak memungkinkan sama sekali.

Bagaimana dengan negara tropis, atau traveling dalam negeri? Well, selain musim hujan, di Indonesia kan ada musim liburan sekolah, musim mudik dan sejenisnya.

Saya biasanya merenung di “When” paling lama karena ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Apakah semua tempat yang kita ingin kunjungi bisa dipenuhi dalam durasi waktu liburan. Ada 15 tempat tujuan di daftar “What”, apakah semuanya bisa didatangi dalam waktu 4 hari 3 malam? Di bagian ini biasanya kompromi paling banyak terjadi.


WHO - Siapa saja yang ada di rombongan?

Berapa orang? Grup kecil (2–4 orang) cenderung lebih fleksibel, lebih mudah berpindah tempat, lebih cepat mengambil keputusan, dan lebih leluasa mencoba spot spontan. Apalagi kalau trip sesama ibu-ibu yang seumuran. Misalnya, short road trip, naik satu mobil seharian dan mengunjungi tempat-tempat seru. Grup besar akan lebih rumit, apalagi kalau dari beraneka ragam usia dan peran di keluarga.

Berapa usianya? Membuat itinerary untuk grup dengan anak-anak usia balita berbeda dengan mereka yang punya anak usia SD. Meskipun biasanya anak-anak dihitung usia 2-12 tahun, tapi kalau bicara itinerary, kita harus melihat anak secara lebih spesifik. Balita biasanya membutuhkan jadwal tidur siang, kadang masih bawa stroller juga. Sementara anak SD cenderung lebih aktif dan mudah bosan. Belum lagi kalau ada remaja, ada lansia, dan sejuta manusia lainnya.

Sampai di situ? Ya tidak dong. Saya biasanya cari tahu apakah ada di antara teman seperjalanan saya yang tidak sanggup atau tidak suka jalan kaki, ada yang butuh break smoking dan lain sebagainya. Soalnya kalau semua nurutin saya, nanti kita jalan kaki terus, dan saya pasti di-complain haha. Apalagi kalau trip saya isinya ibu dan anak, wah harus lebih yakin lagi apakah anak-anak ini termasuk yang mau jalan kaki atau tipe yang “tante, yuk kita panggil taksi aja.”


HOW - Bagaimana cara ke sana?

Yang ini penting karena menyangkut durasi liburan. Pergi naik pesawat tentunya berbeda dengan pergi naik kereta. Saya pernah ke Malang naik kereta. Durasinya belasan jam, berangkat sore dari Gambir dan tiba di Malang keesokan paginya. Lelah? Sudah pasti. Kalau begini kan, ketika membuat itinerary kita harus mengatur bahwa kegiatan setelahnya itu lebih santai.

Sementara, naik pesawat berarti harus ada jeda waktu cukup lama sebelum penerbangan. Misalnya kita naik pesawat di jam makan siang, saya biasanya tidak akan menjadwalkan apapun di jam-jam sebelum keberangkatan untuk mencegah ketinggalan pesawat.


Ribet ya? Hahahaha.

Namun, hal ini penting buat saya. Dengan memahami semua ini sejak awal, itinerary yang dibuat tidak hanya “jalan”, tapi juga benar-benar dinikmati oleh semua orang di dalam grup sebagai sebuah “liburan berkesan”. Well, makanya saya kalau bikin itinerary ya cuma buat teman-teman sendiri, dan biasanya saya ikut tripnya juga.

Lalu kalau tidak bisa ketemu di tengah gimana?

Ya kita berpisah saja. Jadi saya akan buatkan itinerary bercabang. Misalnya ketika ke Korea Selatan, teman-teman saya mau Ke Nami Island sementara saya mau keliling kota, eksplorasi cafe idol dan blusukan ke gang. Akhirnya kita memutuskan untuk berpisah di satu hari tersebut. Saya mengantarkan teman-teman saya sampai naik bis ke Nami, lalu saya jalan keliling kota.

Apa serunya bikin itinerary? Hm… itu kayaknya jadi postingan selanjutnya aja deh. Hahaha.

No comments:

Post a Comment

Thanks for stopping by. Please do leave your thoughts or questions, but we appreciate if you don't spam :)