Tuesday, May 26, 2026

Menjelajahi Singapura sebagai Penggemar Seni

“Kalau ke Singapura, lo biasanya pergi ke mana?”
Pertanyaan ini sering sulit saya jawab. Bagi saya, Singapura bukan lagi tempat tujuan wisata. Saya lebih sering datang untuk konser, mengunjungi keluarga, atau sekadar transit sebelum melanjutkan perjalanan lain. Jadi, kalau saya mengunjungi negara tetangga yang sedikit lebih luas dari DKI Jakarta ini, saya punya itinerary tematik yang saya susun ketika berangkat.


Kadang saya datang untuk berburu buku. Kadang untuk cari coffee shop unik. Belakangan ini, saya paling sering kembali untuk melihat pameran seni dan ruang kreatif.

Ke Singapura sebagai penggemar seni sebenarnya menyenangkan. Negara ini seperti titik temu banyak budaya: Chinese, India, Melayu, hingga jejak kolonial Inggris yang masih terasa di beberapa sudut kotanya. Mirip-mirip sama Indonesia yang punya banyak keragaman, Singapura juga lumayan diverse meskipun negaranya jauh lebih kecil.

Lalu, kalau mau ke lokasi tujuan, transportasinya lebih mudah haha.

Anyway, ini adalah museum rekomendasi saya bagi mereka yang ingin mengintip koleksi dan pameran seni di Singapura.



National Gallery Singapore

Tempat ini adalah yang paling wajib dikunjungi. Galeri ini (arguably) menyimpan arsip visual terbesar di dunia untuk seni modern Asia Tenggara, dan sering jadi tuan rumah koleksi keliling atau koleksi pinjaman dari museum-museum lain di seluruh dunia. Jika ada festival, National Gallery Singapore juga sering berpartisipasi dan punya program-program seru.

National Gallery Singapore terletak di tengah kota, menempati dua monumen nasional paling ikonik di Singapura, yaitu bekas Gedung Supreme Court (Mahkamah Agung) dan City Hall (Balai Kota). Ada atap kanopi kaca di bagian tengahnya, yang jadi tempat favorit saya untuk duduk dan bengong. Apalagi kalau hujan turun. National Gallery Singapore adalah rumah lukisan klasik abad ke-19 karya Raden Saleh, pameran interaktif yang ramah anak di Keppel Center, dan ruang-ruang yang memberikan jeda dari sibuknya negara Singapura

Dua hal yang membuat saya selalu berusaha mampir ke National Gallery Singapore adalah koleksinya yang lebih banyak ke seni modern dan kids friendly activities di Keppel Center.

1 St Andrew’s Road, Singapore 178957
Buka setiap hari, 10:00 – 19:00
MRT: City Hall





ArtScience Museum

Waktu Dudu masih kecil, museum ini jadi tempat wajib dikunjungi kalau ke Singapura, karena fokusnya tidak hanya seni tetapi gabungan teknologi, cahaya, suara, dan interaksi digital. Pameran yang diadakan selalu interaktif dan kids friendly. Cocok untuk anak-anak usia SD atau SMP yang selalu penasaran.

Dibuka pada tahun 2011, museum futuristik yang menjadi bagian dari Marina Bay Sands (MBS) ini mencuri perhatian melalui arsitektur ikoniknya, yang mirip bunga teratai raksasa yang sedang mekar. Pameran permanennya, Future World: Where Art Meets Science, adalah yang paling populer dikunjungi. Favorit kami berdua dulu ada Big Bang Data (2016), Dreamworks Animation (2015) dan Singapore STories: Then, Now, Tomorrow (2015)

Akhir-akhir ini, karena memang jarang mampir ke daerah MBS, saya jadi tidak pernah lagi mengunjungi ArtScience Museum. Selain karena Dudu sudah kuliah, saya merasa pameran-pameran di Museum ini lebih cocok untuk edukasi bagi anak kecil dengan curiosity tinggi. Kecuali jika nanti ada pameran yang menarik hati di museum ini, saat ini saya lebih banyak eksplorasi sudut Singapura yang berbeda.

6 Bayfront Ave, Singapore 018974
Buka Senin - Kamis, 10:00 – 19:00 dan Jumat - Minggu, 10:00 – 21:00
MRT: Bayfront



Singapore Art Museum at Tanjong Pagar Distripark

Reaksi pertama saya ketika mengunjungi tempat ini adalah “Kok kayak berada di area pergudangan kontainer Tanjung Priok?” Lokasi yang unik, membuat Singapore Art Museum (SAM) di Tanjong Pagar Distripark berbeda dengan Singapore National Gallery yang kental dengan nuansa kolonial, maupun ArtScience Museum yang memberikan kesan futuristik modern. Resmi dibuka di lokasi baru ini pada tahun 2022, cabang museum ini selalu menghadirkan koleksi karya yang menarik.

Saya pertama ke Tanjong Pagar Distripark karena berkunjung ke Epigram Book Shop. Sekarang toko bukunya sudah tutup dan jadi coffee shop museum. Singapore Art Museum (SAM) biasanya jadi tuan rumah 3-5 koleksi sekaligus.

Pengalaman seni di kawasan ini tidak berhenti di dalam ruang galeri saja, tetapi di seluruh Tanjong Pagar Distripark. Mulai dari pagar kawat di depan, hingga tembok-tembok di sekitar blok 39 adalah art exhibition yang bisa ditengok. Di dalam museum sendiri ada ada Learning Gallery (hingga 28 Juni) yang interaktif dan seru untuk dikunjungi bersama anak-anak. Lalu di lantai tiga ada beberapa exhibitions di ruang galeri berbeda, Gajah Gallery serta Padimai Art & Tech Studio yang menawarkan instalasi VR "Your view matter" oleh Olafur Eliasson.

39 Keppel Rd, #01-02, Singapore 089065
Buka setiap hari, 10:00 – 19:00
MRT: Keppel (kalau kelak buka). Saat ini bisa lewat MRT Tanjong Pagar / Harbourfront (lanjut dengan bus, turun di bus stop alight at no. 14061 (Opp Former Railway Station) di Keppel Road. Masuk lewat pintu samping ke Block 39.



Meskipun sebenarnya memungkinkan untuk pergi ke beberapa tempat di hari yang sama, saya tetap menyarankan untuk fokus ke satu museum dalam satu hari. National Gallery Singapore atau ArtScience Museum bisa jadi pilihan pertama karena lokasinya lebih di pusat kota, dekat dengan tempat-tempat yang biasa didatangi turis. Singapore Art Museum (SAM) lebih cocok didatangi jika sekalian ingin eksplorasi tempat makan, toko buku lokal dan cafe di daerah Tanjong Pagar.

Mungkin ini alasan saya selalu menikmati kembali ke Singapura, meskipun bukan untuk wisata. Di tengah itinerary konser atau kunjungan keluarga, tetap ada ruang kreatif baru yang bisa ditemukan.

No comments:

Post a Comment

Thanks for stopping by. Please do leave your thoughts or questions, but we appreciate if you don't spam :)