Showing posts with label Alam Sutera. Show all posts
Showing posts with label Alam Sutera. Show all posts

Sunday, May 31, 2026

Singgah Sebentar di Singapore Art Museum di Tanjong Pagar Distripark

Bused panas banget.
Padahal hari sebelumnya hujan deras hampir seharian.

Kalau matahari sedang terlalu terik, ada baiknya kita punya rencana cadangan selain keliling kota dengan berjalan kaki. Bisa coffee shop, bisa toko buku, ataupun museum. Di pertengahan Mei kemarin, rencana cadangan saya adalah mampir ke Singapore Art Museum (SAM) di Tanjong Pagar Distripark.


Awalnya sederhana. Saya hanya ingin menunggu matahari agak turun sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan sebenarnya, yang lokasinya outdoor. Perhentian di museum ini hanya sekitar 90 menit, namun berkesan seperti sebuah petualangan sendiri.

Our Date is At
39 Keppel Rd, #01-02, Singapore 089065
Buka setiap hari, 10:00 – 19:00


Singapore Art Museum (SAM) di Tanjong Pagar Distripark bukan museum biasa. Jangan berharap ketemu bangunan kolonial kuno atau gedung modern yang minimalis. Tanjong Pagar Distripark terasa lebih seperti ruang industri dan area parkir kontainer daripada museum. Kompleksnya berdiri di bekas kawasan logistik dan pergudangan, tapi di tengah itu semua tiba-tiba ada museum nyempil.

Menurut saya, tempat ini cocok buat mereka yang ingin ke museum tapi sering overwhelmed sendiri sama keberadaan bangunan museum. Singapore Art Museum (SAM) di Tanjong Pagar Distripark ini terasa lebih santai dan eksploratif. Kita bisa memulai dari mana saja kita mau. Galeri yang bisa dikunjungi ada di dua lantai berbeda. Gedung utama museum, yang jadi satu dengan tempat pembelian tiket dan cafe di museum memiliki exhibition berjudul Learning Gallery.

Memulai Kunjungan dengan Learning Gallery

Meski dirancang untuk mudah diakses berbagai usia, ruang ini justru menyenangkan karena tidak terasa menggurui. Selain interaktif dan tersedianya kegiatan di akhir “perjalanan,” yang menarik perhatian saya adalah adanya dua versi exhibition card. Yang pertama adalah exhibition card standard untuk para orang dewasa. Isinya penjelasan tentang karya seni, siapa senimannya dan informasi lainnya. Ada satu kartu lagi yang ditujukan untuk anak-anak. Isinya informasi dan pertanyaan dengan bahasa lebih sederhana, serta posisi yang lebih rendah sesuai dengan eye-level anak-anak.




Satu bagian yang menarik perhatian saya adalah Animal Roulette karya David Chan. Konsepnya sederhana, bagian kepala dan ekor binatang dipasangkan secara acak. Buat anak-anak mungkin ini adalah hal seru. Buat orang dewasa, maknanya bisa lebih dalam. Misalnya tentang hidup yang penuh ketidakpastian. Worksheet dari The Learning Gallery ini saya bawa pulang untuk dikerjakan bareng keponakan.

Naik ke lantai 3 menggunakan lift, saya menyadari bahwa seluruh bangunan yang mirip gudang ini adalah pengalaman masuk museum seni. Tembok di luar bangunan gedung, koridor penghubung, dan tiga menit di dalam lift. Semuanya adalah karya seni yang bisa dinikmati.

Dua Pameran di Galeri Lantai Tiga

Di Lantai tiga ada dua exhibition di depan mata: Nafasan Bumi ~ An Endless Harvest di galeri sebelah kanan, serta Talking Object dan The Living Room di galeri sebelah kiri. Saya masuk ke yang kiri duluan.

Talking Object menjadi pameran favorit saya hari itu.



Friday, December 12, 2014

Loka Indonesia

Curiosity sparked by a radio commercial brought us to Alam Sutera to pay this bright yet kids friendly supermarket a visit.


Our Story
My first impression with the visit is how this supermarket reminds me of the ones I found abroad. The bright-colored trolleys and baskets take us by surprised and get Dudu excited. Even better, it comes in children size. Without hesitation, Dudu goes with his favorite green.